Aku, Kamu dan Hujan

Bismillah

Rain ~ Original picture was from here

Hujan...
Saat ini aku tengah memandangmu, menengadahkan wajahku ke langit. Engkau jatuh dari gumpalan awan hitam nan pekat dengan bunyi gemerisik lembut. Tiba-tiba saja aroma tanah yang pertama kali tersentuh olehmu melenyapkan segala kegelisahan dan kegalauan di hati.

Hujan...
Tahukah kau? Aku sangat iri padamu. Dengan karunia dari-Nya, kau memiliki kemampuan untuk menembus dimensi ruang dan waktu. Dirimu yang bergumul dari milyaran tetes air bisa dengan mudah mencapai siapa pun atau apa pun di muka bumi ini.  Sesuatu yang sangat sulit bahkan hampir mencapai titik mustahil bagiku. Untuk itu, maukah kau menolongku? Ayolah, untuk kali ini saja. Hujan, sampaikan salamku padanya.

Hujan...
Sampaikan rasa terima kasihku pada Al Kahfi, penghuni istana man and the moon sejak maret 2011 silam. Di awal pembangunan istana itu beliau banyak bercerita tentang rasa gundah, gulana dan galau tetapi seiring dengan bertambahnya masa, istananya kini telah dipenuhi oleh ramuan kata yang menggugah dan memotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Melihat profilnya, beliau -sama sepertiku- adalah seorang insinyur hanya saja di bidang yang berbeda, arsitektur. Aku belum pernah berjumpa dengannya tetapi jika bulir airmu menjumpainya, dengan yakin aku katakan, kamu pasti bisa merasakan kebaikan hatinya. Sosok yang ramah, sopan dan pandai bergaul jelas terpancar dari goresan penanya. Aku bahkan sampai kaget, beliau ada dimana-mana, di tiap istana dunia maya yang aku kunjungi. Rupanya beliau menebar ukhuwah tanpa pandang bulu. Subhanallah. Semoga beliau mendapatkan keberkahan dari setiap kebaikan yang ditebarnya.

man and the moon

Titip kata untuknya, aku sangat menyukai tulisan "Hujan sampaikan salamku padanya". Sebuah pelajaran tentang kerinduan dan kehilangan tergambar jelas di sana. Saat membacanya, terasa seperti ada black hole yang menghisapku masuk ke dalamnya. Sungguh perenungan yang cukup memukau. Aku bukannya suka dengan rasa haru biru itu. Bukan pula karena memori masa kecil yang mencuat kembali. Lalu karena apa? Ng, karena beliau melukiskan semua hal itu melalui dirimu, hujan.


Hujan...
Ketika tinta penaku kering, aku selalu mengeluh padanya. Bianglala namanya. Sosok polos nan menawan yang tak pernah lelah memarahiku dengan caranya. Mengembalikan gairah tulisan dalam hidupku. Iya, aku akan tetap berjuang walau kemilauku redup sekalipun. Hujan, sampaikan rasa sayangku padanya. Katakan, tetaplah berada di posisinya jangan kemari, aku ingin dia melihatku bangkit dengan tanganku sendiri sekali lagi, sekali lagi dan sekali lagi.

Hujan...
Aku mengikuti tetes terakhirmu meresap ke dalam tanah, tiba-tiba jingga berbisik, dia tidak melihat sesuatu yang biasa terlihat sesudahmu. Pelangi. Aku segera menengok ke kiri dan kanan mencari-carinya. Benar, aku tidak bisa menemukannya. Tapi jingga menegurku, katanya pelangi itu tidak berada di bawah tetapi di atas langit. Setengah tertawa, aku menggeleng tidak setuju. Hujan, jumpailah pelangi. Katakan padanya, aku tidak ingin dia menghilang, aku rindu melihat senyumnya, apalagi tingkahnya yang riang memelukku. Pelangiku, Syafakillahu... Laaba'sa thahurun insyaAllah... semoga lekas sembuh.

Hujan...
Kisah daun cinta dan pelangi belum berakhir kan? Daun-daun yang berguguran itu belum tersapu badai kan? Aku sih sangat senang bila pelangi tergantung di langit yang bermandikan cahaya seraya bermain dengan awan putih yang berarak. Namun, aku melihat kekosongan yang luar biasa di hati daun cinta. Hujan, sampaikan kesalku padanya. Aku sudah hampir gila melihat tangannya yang menghantam tembok, bahu mungilnya yang menabrak pintu, matanya yang selalu melirik tanggal di kalender dan dirinya yang mengigil karena basah kuyup olehmu. Kalau dia protes, katakan saja, semakin dia menganggap pelangi sebagai fatamorgana semakin nyata keberadaan pelangi baginya. Mau melupakan? Yang benar saja.

Hujan...
Bagaimana jika orang yang kau rindukan dan nantikan kedatangannya tiba-tiba muncul di hadapanmu dalam keadaan lupa ingatan? Sungguh, aku tidak mengalaminya. Yang terjadi malah sebaliknya. Setelah awan putih mengungkapkan rahasia hatinya, aku tidak pernah melihat sosoknya lagi. Bahkan sampai detik ini aku belum menjawabnya secara langsung. Awan putih, dimanakah dirimu berada? Baik aku, daun cinta maupun angin lembut tak akan pernah berhenti mencarimu. Hujan, carilah awan putih, sampaikan salam cintaku padanya. Katakan, dia tidak sendirian. Ada Allah dan tentunya ada aku juga berserta orang-orang yang menyayanginya. Jangan takut, jangan melarikan diri.

It's raining and I'm here beside you ~ Original Picture was from here

Hujan...
Saat ini bunga matahariku sedang menghadap ke arah matahari. Bahkan ketika kabut gelap bermekaran di angkasa pun, dia tetap bisa menangkap siluet sang matahari. Aku tahu ini adalah sesuatu yang fitrah. Hanya saja bunga matahari itu masih terlalu hijau dan rapuh. Aku hanya sedikit cemas. Namun, aku memilih untuk memercayainya. Hujan, sampaikan senyumanku padanya. Katakan, dia bisa mengatasi hal ini dengan baik. InsyaAllah dia bisa mendapati dirinya sebagai  hamba yang sabar menanti takdir Ilallah yang lebih istimewa untuknya.

Hujan...
Tadi siang aku bertemu dengan embun pagi. Sorot matanya memang tampak lelah tetapi dia masih bisa memberikan genggamannya yang terhangat padaku. Aku benar-benar ingin mendukung dan menyokongnya dari belakang di saat masa-masa sulit seperti ini. Ya Allah, kuatkanlah dia. Hujan, sampaikan salamku padanya. Semoga dia tetap istiqomah di jalan ini hingga takdir Allah memutus hubungannya dengan dunia. InsyaAllah.

Hujan...
Aku yakin kau pernah bertemu dengannya. Dia adalah seorang putri duyung yang tekadnya setegar batu karang tetapi hatinya serapuh mutiara di dasar lautan. Aku sangat menyukainya ketika dia tersenyum, senyuman yang membuat dua samudera bergejolak di sekitarnya. Hujan, sejak kecil dia sudah jatuh hati bermandikan tetesan airmu, jadi kau pasti mengenalnya. Hujan, hampirilah putri duyung. Katakan padanya, tak perlu khawatir, dia tidak akan berubah menjadi gelembung. Dia adalah putri duyung yang akan memercikkan kisah cintanya sendiri terlepas dari mitos little mermaid yang menjadi buih.

Hujan...
Debaran hatiku muncul ketika bersentuhan pertama kali dengan kisahnya. Membuatku ingin melukiskan kisah itu dalam deretan kata yang memesona. Sayang aku belum berhasil. Karena itu, sampai sekarang pun aku masih berusaha mengenal dia lebih dekat. Siapa dia? Ng, aku biasa memanggilnya tuan putri. Hujan, sampaikan salamku padanya. Katakan, sesuatu yang tidak membunuhnya membuat dirinya lebih kuat. Dia akan bahagia dan menemukan seseorang yang akan mendampinginya di sepanjang hidupnya, InsyaAllah.

Hujan...
Ketika berbicara dengannya, aku seperti berada di depan cermin. Dia begitu mirip denganku sampai-sampai aku ragu dia adalah manusia, mungkin dia sebuah kloning. Apalagi dia banyak melakukan hal-hal yang kusukai. Aneh? Jangan tanya lagi. Hujan, jumpailah dia di pagi hari. Dia sangat senang melihat bulir-bulir airmu yang jatuh di pagi hari. Sampaikan semangatku padanya, semoga hari-harinya diiringi ceria yang tak akan pernah luntur. Hampir lupa, hujan kirimkan juga rasa terima kasihku padanya. Dia telah mengajakku berkeliling kota dan memperlihatkan hal-hal yang spektakular. Lain kali, giliranku untuk mengajaknya ke duniaku, InsyaAllah. Walau aku tidak tahu kapan aku bisa menepati janji itu.

Hujan...
Suatu saat, jika kali ini bukan untuk menyampaikan salam melainkan untuk menemuiku, apa kau bersedia datang? Aku tidak meminta banyak, cukup biarkan aku tersenyum pada langit sehingga butir-butir airmu bisa menyapa wajahku. Dengan begitu, tak akan ada yang sadar bahwa ternyata aku juga tengah mengeluarkan butir-butir air.

Cold but feel cool ~ Original picture was from here

Hujan...
Terima kasih...


..::11 November 2011::..


PS.
Give away Al Kahfi
Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Al Kahfi (man and the moon)


UPDATED 20 NOVEMBER 2011
Alhamdulillah, MasyaAllah Tabaarakallahu Ta'ala
Tulisan ini meraih gelar pemenang hiburan berkriteria -yang melow- hihihihi ^___^ 
Yang mau tahu lebih jelas, silakan lihat pengumumannya di sini
Terima kasih banyak Kahfi \(^o^)/

133 comments:

  1. Nah loooh, ada apa ini antara Nz dan al kahfi? Hahahhaha... give awaynya romantis sangat. Tulusnya terasaaa. Apalagi pake acara titip salam lewat hujan :)

    Salam tengah malam

    ReplyDelete
  2. banyak yang bagus kalimat-kalimatnya >.<

    ReplyDelete
  3. no more word can say. . .
    daripada daripada lebihbaik lebihbaik ^_^

    ReplyDelete
  4. Putri Cahaya, tiap bait yang kau tuliskan seakan memancarkan cahaya. Tak salah kau pilih nama itu.
    Karena engkau benar-benar seorang putri cahaya, yang memancarkan cahaya ke punjuru dunia.

    Jika nanti aku bertemu hujan, aku ingin menitip salam untukmu..wahai Putri Cahaya.
    Dan aku ingin berpesan pada hujan, jangan biarkan Putri Cahayaku mengeluarkan butir-butir air seperti hujan. karena aku tak ingin cahayanya yang kemilau dirundung mendung..


    :)

    ReplyDelete
  5. well, Ibu peri,, sampai kan salam ku padanya,, kepada hujan, karna dia lah yg memberi ku pelangi ^_^

    ReplyDelete
  6. trims ya mbak sudah berpartisipasi,dan bela2in meluangkan waktunya tuk ikutan,, oh ya btw ternyata org teknik juga ya,,di bidang apa tuh mbak,,:)

    ReplyDelete
  7. dari hujan bisa turun kata kata yang baik ya :D

    ReplyDelete
  8. meminta datangnya hujan untuk menutupi kesedihan, seperti yang tersurat dalam paragraf terakhir.

    ReplyDelete
  9. Huaaa bisa banget sih mbak menguntai kata-kata,
    ajariiinnN~
    Sepertinya Bunda Cinde ini adalah orang yang romantis b-)

    ReplyDelete
  10. @Syam Matahari Nah loooh @__@ hahahaha

    *cling~ cling~ romantis yaa, tulus yaa.. hihihihi

    --hujan kita sukses besar :)

    #berbisik, eh syam, ini strategi biar al kahfi menangin aku :D (moga ini gak kebaca sama al kahfi, ahahaha)

    ReplyDelete
  11. @1412 hahahahaha ^___^

    daripada daripada lebih baik lebih baik~

    ReplyDelete
  12. Subhanallah...
    keren banget kata2nya mba.

    Suka hujan juga tah? Wah, so swiiit dunk ya :)

    ReplyDelete
  13. @Nizwa Ayuni Ya Allah
    Nizwa.. Nizwa...

    ::aku meleleh mendengarnya::terharu::suka::

    terima kasih nizwa :) hujan sudah menemuiku tadi siang ^___^ salamnya sudah sampai

    *senangnya~

    Nizwa.. Nizwa.. >:D< sini aku peluk~ terima kasih yaa

    ReplyDelete
  14. @Elfira Zulisti anak periku ^__^

    gak nyangka malah memberi salam ke hujan, hihihihi :p

    benarkah? sudah ada pelangi nih?
    wah wah wah, setor cerita ke ibu peri yaa :)

    ReplyDelete
  15. @al kahfi hehehehe ^__^ terima kasih kembali kahfi~

    iyaa :) saya teknik elektro

    ReplyDelete
  16. @Sitti Rasuna Wibawa huaaa adinda zel :p iri ya iri ya? hihihihihi ^__^ ayo sini, mau diajarin bagaimana? :D

    ups B-) aku romantis

    ReplyDelete
  17. @Shine :)

    shine juga suka hujan ya ^__^
    ~wahh cahaya yang satu ini juga suka hujan :p

    ReplyDelete
  18. daun-daun yang berguguran itu belum tersapu badai
    tetapi sudah jatuh

    ReplyDelete
  19. indah sekali, bait demi bait permainan katanya...
    smoga sukses ngontesnya !

    ReplyDelete
  20. Gilaaa..
    keren :)
    gak percaya kalau ank teknik.
    cocoknya jadi anak sastra kak :D

    ReplyDelete
  21. Sayangnya disini lagi musim hot may .. pedes kea cabe .. hehehee

    ReplyDelete
  22. hmm,, dari tadi banyak kata hujan,, gak takut banjir mbak ?? xixixi...

    ReplyDelete
  23. seperti biasanya, selalu bisa melihat hal dari sudut pandang lain. calon juara lagi nih hehehe :p semoga menang.

    ReplyDelete
  24. hujan, sebuah berkah dariNya... hujan, sebuah karunia dariNya... hujan, sebuah pertanda rahmat dariNya... hujan sebuah obat penghapus sedih dariNya... hujan...

    ReplyDelete
  25. @Jingga jatuh bukan berarti hilang, bahkan ketika daun berguguran itu jauh dari pohonnya, dia masih membutuhkan pelangi.

    ReplyDelete
  26. @uchank uchank :( begini-begini aku lebih kepengen disebut anak teknik ketimbang anak sastra, huhuhu (>_<")

    hahahaha \(^-^)/

    ReplyDelete
  27. hujan,,,
    mengapa di tanah Kota Pahlawan ini kau jarang sekali menyapa keberadaanku. lama ku menunggu guyuranmu yang menyapu rasa gerahku.

    Hujan,,
    sekalinya kamu hadir, tak lama kemudian kamupun menghilang lagi. lama membiarkan saya hidup kegerahan di Surabaya ini.

    Hujan,,
    Rangkaian kata saya ini da mirip belum ma tulisan insinyur di atas..
    Keren abis, Hujan.. Tulisannya menghanyutkan banget. hee.. ;)

    ReplyDelete
  28. ngomong2 soal HUJAN, kota Ruteng, Flores (tmptku dbesarkan)adlh salah satu kota hujan terkenal di Indonesia...... hujannya bisa sampai seminggu nonstop..... kebayang gak ???

    ReplyDelete
  29. bener-bener... kata-katanya bikin terhanyuttt.... tapi terhanyut bukan karena banjir bandang kata-kata.. :)

    hujan paling enak ngerasainnya ketika pertama kali turun saat kemarau berkepanjangan berlangsung

    ReplyDelete
  30. Ngikut kontes mulu, nih. Kan udah menang kemaren.... :P

    ReplyDelete
  31. Kata2ny kren bgt ka.. puitis.. haha.. XD

    ReplyDelete
  32. hmmmm ^^
    hujan yah ^^ aku tak punya alasan knapa aku suka hujan :D banyak hal yang ingin aku sampaikan pada hujan terkadang (-__-") aneh sekali...
    kau membuatku menginginkan hujan maya ^^ kata" mu menyejukkan.. hahahaaa aku suka.. sangat sangat sangat suka... nggg tapii.... aku mau protes.. hahahaaa.. memandang little mermaid dan tuan putri.. ada hal lainkah yang bisa kau sampaikan..??? mungkin nanti yah maya ^^ kesannya jaded sekali.. hahahaa... bolehkah.. aku menjawab salammu melalui hembusan angin >__< ??

    ReplyDelete
  33. salam sahabat
    pengungkapan sebuah artikel yang sangat bermakna sekali bagi saya.oh iya maaf telat dan udah sya folow kok

    ReplyDelete
  34. aku iridan kasian pada hujan,..begitu banyak pesan yang diembannya....:)

    ReplyDelete
  35. Di blog saya yang satu ( mutliply ) saya juga sedang membahas tentang hujan. Tapi bukan antara aku, kamu dan hujan, melainkan antara hujan dan hajatan. Heheheh

    Semoga sukses di kontes, Mbak

    Oh ya, ada PR untuk Mbak di abisabila.com silahkan lihat dan semoga berkenan mengerjakan. Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  36. @Nurmayanti Zainiya, berkah yang tidak mungkin selamanya datang kepada kita :) kita wajib mensyukurinnya. mau baca lagi ah :)

    ReplyDelete
  37. wuiiih saya pengen seseorang yang saya kangenin tiba2 muncul di hadapan saya. itu pasti kejadian yang luar biasa. hujan, bisa bantu gak ya

    ReplyDelete
  38. loh komentar saya gak langsung muncul ya

    ReplyDelete
  39. loh kok komentar itu yang muncul, apa komentar sebelumnya gak selesai koneksinya ya. tadi saya komentar : sya pengen orang yang saya rindukan dan nantikan kedatangannya tiba-tiba muncul di hadapan. pasti suprise banget. kangen yg membuncah. hujan berharap dapat membantu

    ReplyDelete
  40. @yAhyAmasyaAllah...

    wahhhh wahhhh yahya :)
    tulisannya keren ^__^ serasi :D

    benar kan, hujan?

    *hihihihihi

    ReplyDelete
  41. @'Kaito' Pasca Driyarkarayang bener kaito? @___@ sepekan nonstop nih? deras atau gerimis? wah wah wah~ ck, gak kebayang..

    tapi mungkin akan menyenangkan kalau aku ke sana :D hahahaha~ kota hujan

    ReplyDelete
  42. @Samhahahaha jangan hanyut sam :p

    setujuu!! pas kemarau terus tiba2 hujan pasti keren :)

    ReplyDelete
  43. @nandobasewa wa wa wa :p

    nannnnn~ jangan buka kartu x_x

    hahahaha ^____^

    ReplyDelete
  44. @kunangkunang^^perlukah alasan?

    hahahahaha boleh boleh, protesnya kuterima :D

    jaded x_x hopeless T__T
    wahh bukan bukan itu loh maksudku ^__^ nanti kubikin yang lebih ngena deh :p

    boleh ^__^ angin, sampaikan salamnya padaku~

    ReplyDelete
  45. @@cikveehahahahaha :p

    tenang saja, hujan punya milyaran tetes air ^^ dia tak akan kerepotan :)

    ReplyDelete
  46. @Abi Sabilaantara hujan dan hajatan? wahhh~ perlu cekidot ke sana nih sepertinya ^^

    terima kasih abi :)

    hahahahaha sip~
    PR diterima ^^ semoga bisa lekas kukerjakan

    *terima kasih yaa

    ReplyDelete
  47. @rusydi hikmawansangat luar biasa :D

    Hujan, bantulah rusydi hikmawan untuk bertemu dengan sosok yang dia rindukan ;)

    ReplyDelete
  48. @rusydi hikmawanhahahaha muncul kok :)

    Tapi terinjeksi sebagai spam :p

    #entah kenapa

    ReplyDelete
  49. @rusydi hikmawankadang memang disebabkan karena koneksi... ciri-cirinya, kalau alamat url-nya menjadi comment.do artinya komentar tidak sampai.

    kalau komentar rusydi ini bukan karena koneksi melainkan karena komentarnya dianggap sebagai spam.

    aneh sekali, padahal tidak ada link hidup di dalamnya (--__--)

    *Hujan, jumpailah orang yang dirindukan rusydi. Bisikkan padanya dengan lembut, sesekali melepas kangen yang membuncah bukanlah hal yang buruk :)

    ReplyDelete
  50. @Nurmayanti Zainsebenarnya sengsara jga siih..... tapi..... ngangenin..... >.<

    ReplyDelete
  51. @'Kaito' Pasca Driyarkarasengsara tapi ngangenin :p gaya kamu kaito, ahahahaha~

    ReplyDelete
  52. @Farixsantipssetuju faris :)

    #harus banyak-banyak bersyukur ^^

    ReplyDelete
  53. wehh,mantap mbak...
    kata2nya luar biasa romantis#sok muji

    huff,akhirnya atma bisa komen juga diblog mbak,soalnya kemarin2 blog mbak nurma benar2 ga bisa kebuka,lelet banget...

    terima kasih hujan eh salah, terima kasih Tuhan....

    ReplyDelete
  54. @Atma muthmainnawahh blog aku lelet yaa @_@ wah wah~ perlu perbaikan nih ^^

    terima kasih atmaa :)

    ReplyDelete
  55. @Nurmayanti Zain kalau gak salah lhoo yaa..... itu bukan karena koneksinya...... kotak komentar di blognya si Maya ini butuh konfirmasi dulu dari admin utk bsa dtmpilkan.... komentar yg blum dikonfirmasi ini disimpan dulu di kotak spam...... #sok_tau ^_^ aahhiihhiihii... tpi mgkn bnar lho yaa....

    ReplyDelete
  56. @Nurmayanti Zain Sengsara Tapi Ngangenin .... hhmmmm..... mungkin itu bisa utk djadikan artikel menarik...... aahhiihihiiii.....

    ReplyDelete
  57. @'Kaito' Pasca Driyarkarahmm... kaito, komentar di blog ini gak perlu konfirmasi loh. Buktinya tiap kali komen, bisa langsung muncul kan? Dan juga tidak ada kalimat your comment will visible after owner approve it kan?

    hmmm @__@
    aku juga belum tahu kategori komentar seperti apa sampai bisa masuk spam.. biasanya yang pakai link hidup.. tapi ini kan tidak (-_-") aneh~

    ReplyDelete
  58. @Nurmayanti Zain gak jadi aaahh..... soalnya aku gak bisa pake kata2 keren macam punya kamu ituu...... hhuuhuhuuu.....

    ReplyDelete
  59. @'Kaito' Pasca Driyarkara kotak komentarnya aneh yaa ???? mgkn krna adminnya aneh..... ^_^ aahihihiihii.....

    ReplyDelete
  60. iya ganti URL biar bisa keluar feednya. kasihan yang follow kalau ga bisa dibaca juga :p sering-sering mampir ya may.

    ReplyDelete
  61. heheh,maya ternyata puitis juga orangnya...:D

    ReplyDelete
  62. hmm..spt nulis buat pacarnya deh. hahaha....piss akh..tapi keren kok. kalo gak menang, keterlaluan deh....hiks..

    ReplyDelete
  63. datang kemari ikut meramaikan lagi ah disini :D siapa tau di kasih sebutir beras disini :))

    ReplyDelete
  64. ish...ngomong kok sama hujan..zzz.z.zzz

    ReplyDelete
  65. @'Kaito' Pasca Driyarkarawow :D jadi kamu mengakui kekerenanku yaa? hahahahaha ^^

    ReplyDelete
  66. @'Kaito' Pasca Driyarkaraohh begitu~

    memang tuh admin-nya aneh (-_-") siapa sih admin-nya? hahahahaha :p

    ReplyDelete
  67. @Sang Cerpenis berceritao_O pacar? xixixixixixi :p

    wahh wahh ^^ kok kalau gak menang, keterlaluan :p yahhhh~ hahahahahaha

    *speechless

    ReplyDelete
  68. @Farixsantipssebutir beras, hahahahaha :D dikit amat... ckckck, faris, pemilik blog ini gak sepelit itu tahu :p

    ReplyDelete
  69. @Nurmayanti Zain tepatnya mngakui kekerenan bahasamu may..... yg terkeren ttp akuu doong.... aahhiihhiii.....

    ReplyDelete
  70. @Nurmayanti Zain baru tauu kalau adminnya aneeh ???? nddeesssoooo.....

    ReplyDelete
  71. hujan adalah rahmat,
    dan semoga hujan menjadi media pembawa rahmat-NYA bagimu dan juga bagi seluruh hamba-NYA :)

    ReplyDelete
  72. hujan, sampaikan juga salamku padanya T.T

    ReplyDelete
  73. @'Kaito' Pasca Driyarkaraartinya bahasaku lebih keren dari bahasamu kan?
    yei \(^-^)/

    ReplyDelete
  74. @BlogS of HariyantomasyaAllah.. benar :)

    Aamiin.. semoga bisa diambil banyak hikmah dari hujan ^^

    ReplyDelete
  75. @Rai-chanpadanya? nya sapa nih?

    *hujan kebingungan, sosok tak teridentifikasi..

    --hahahaha

    ReplyDelete
  76. @Annesyahihihi.. nesya (>_<) hujaannn.. hujaannn...

    ReplyDelete
  77. @Nurmayanti Zainyyaa.... yaa.... itu harus diakui..... :-/

    ReplyDelete
  78. Yaahhuu????? Google aja aahh....

    ReplyDelete
  79. Alhamdulillah ya Allah atas nikmat hujan dari-Mu....

    ReplyDelete
  80. Hujan.... aku melihat namun aku pun ikut basa dengan tetesan airmu. Apakah ini bertanda sesuatu ? He....x99
    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  81. @Nurmayanti Zainyaahhhuuuu ???? Google ajaa aahh...... guuuggeeelllll....

    ReplyDelete
  82. @Ejawantah's BlogHujan, menurutmu itu pertanda apa? Mungkinkah... hahahaha :)

    sukses selalu

    ReplyDelete
  83. hujan itu romantis... buat yg pacaran... :D

    tp buat yg jomblo...

    hujan itu...waktu buat tidur... :D

    ReplyDelete
  84. @Nizwa Ayuni: Wah tiap katanya penuh makna. Kalau saya bikin kayak gitu harus puasa 7 hari dulu dan bertapa 40 hari....hehehe, yang ada malah gak bisa nulis karena pingsan ya...congrats. Two thumbs up deh..

    ReplyDelete
  85. @kinanthi hahaha kinanthi @_@ puasa 7 hari dan bertapa 40 hari~

    ReplyDelete
  86. good story,,keep on touch garl *_^

    ReplyDelete
  87. 8-> i want to be some one who s next u when rain is coming down...both of us under the same umbrella, keep u safe...~p4pito~

    ReplyDelete
  88. sekarang saya mengerti kenapa kemaren saya ditanya "pilih hujan atau cerah?" hmm... =__=

    ReplyDelete
  89. hihhii siapa itu si anonim..sweet amat.

    ReplyDelete
  90. @Anonymous I know, you'll find your mamito InsyaAllah. I hope she reads your comment ^^ or, I guess I can send a rain to meet her and give your greeting for her :)

    ReplyDelete
  91. @UlfaShirayukiHime hahahaha :D

    teru ingatkah dirimu apa jawabanmu kala itu? *tergantung ("-_-)> kalau mau keluar rumah ya cerah. kalau tinggal di rumah ya hujan.

    gubrak!

    --welcome home, sist

    ReplyDelete
  92. berkunjung sob..salam blogger
    sukses selalu yah..:)

    ReplyDelete
  93. cahayaku memang is the best ! :D
    jadi, daun cinta berniat melupakanku ? wah, aku sedih mendengarnya..
    cahaya... cahaya.. apakah dirimu sudah sembuuh ?

    ReplyDelete
  94. mau melupakan? yang benar saja..
    jangan bercanda..

    ReplyDelete
  95. @Alkhansa Humaira pelangiku ^^
    melupakanmu? rindunya padamu saja setengah mati menyakitkan.
    Dia selalu mengejarmu, berada di belakangmu, entah pelangi sadar atau tidak. Anehnya, dia bilang ketika dia sudah mendekat -sebelum sempat memegang agar dirimu tak pergi terlalu jauh- pelangi telah menghilang.

    #sudah sembuh? cahaya pernah sakit ya :p

    ReplyDelete
  96. @Jingga tidak :( jatuh itu berarti masih hidup.. masih hidup.. masih ada..

    ReplyDelete