Bismillah

Ramadhan


Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan padanya rahmat, menghapus kesalahan-kesalahan dan mengabulkan do’a. Maka bergegaslah menuju amal-amal kebaikan, bersegeralah kepada ketaatan serta menjauhlah dari amal-amal keburukan, karena sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang diharamkan rahmat Allah padanya.”

(HR. Ath-Thabarani)
View Post
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Buku kumpulan kisah-kisah nyata ini dibuat khusus untuk orang-orang yang haus tawa. Satu dari sekian banyak buku humor yang menjadi bukti nyata bahwa manusia menjadi alasan dari kepolosan dan kekonyolan. Tidak ada yang bisa menolak pesona jenakanya, perumpamaan seekor kucing dengan sejuta imut yang mencerahkan hari-hari galau.
Story of The Cat : Ternyata Konyol itu Gue Banget!

Ternyata Konyol itu Gue banget!
Judul : Story of The Cat - Konyol itu Gue Banget
ISBN : 978 - 602 - 18484 - 1 - 8     -     
Tebal : 114 halaman
                         Penulis : Nenny Makmun, dkk.     -     Penerbit : WritingRevo Pubhlishing

                        Terbit : Juli 2012     -     Harga : Rp 21.500,-


Cuplikan Salah Satu Kisah : Pawang Gadungan
----------------------------------------------------
”Enaknya dikasih nama apa ya?”

“Kucing jelek ini, namain Temon!” kata Mbakku memberi ide.

“Enak saja. Dia kan teman pawang gitu loh. Masa dikasih nama Temon.”

”Hendrik Pusianto Putro! Kan laki-laki kucingnya,” celetuk Masku.

“Cocok, hahaha keren.”

Tanpa Kusadari aku mulai beraksi menuju bulu lembut si Pusianto. Tiba-Tiba, “Wuaduh…!” Teriakanku mengejutkan seisi rumah. Semua memandang dan memperhatikan. Tanganku berdarah.

”Kucing Jelek!" teriakku manyun.

“Hahaha, katanya pawang? Kok di cakar?” ledek Masku sambil ketawa.

”Pawang gadungan. Hahahaha, kasian dech kamu.” Imbuh Mbakku.

Sambil nyengir menahan sakit dan malu aku segera pergi. Kucing itu mencakarku dengan gesit ketika hendak kubelai. Hihi jadi ingin tertawa sendiri, masa pawangnya dicakar.

Sampul Konyol itu Gue Banget
Sampul Buku Story of The Cat : Ternyata Konyol itu Gue Banget

=) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =)

Cara mendapatkan Buku Antologi Story of The Cat :
1. Belanja Online melalui Penerbit Writing Revolution
Inbox FB http://www.facebook.com/penerbitwr
- SMS 085763208009
- Konfirmasi biaya plus ongkos kirim
- Pesanan buku diantarkan ke tanganmu, selamat membaca!

2. Belanja Online melalui Penulisnya Langsung
- Penulis berdomisili di Makassar jadi nambah ongkos kirim ya
- Kirim nama dan alamat lengkap melalui email ke admin@nurmayantizain.com
- Konfirmasi pembayaran dan pengiriman
- Buku akan segera dikirimkan, selamat membaca!

3. Belanja Offline di Toko Buku
- Bisa dijumpai di Gramedia, Togamas, Gunung Agung, de el el.
- Tanpa ongkos kirim jadi lebih hemat.
- Jangan lupa bayar dan selamat membaca!

=) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =) =)

Kamar Kata Penulis
Alhamdulilahi Rabbil 'Aalamiin. Antologi ini merupakan buku ketigaku. Yohoho! Menyenangkan sekali. Walaupun ini buku keroyokan alias aku bukanlah penulis tunggal, toh yang penting ada namaku di dalamnya #norak[dot]com.

Buku Story of The Cat : Ternyata Konyol itu Gue Banget terdiri dari 49 kisah nyata yang super duper konyol. Dijamin mampu membuat bulu kuduk merinding saking nggak percayanya ternyata kisah bodoh bin memalukan itu beneran pernah terjadi. Asli mengocok perut. MasyaAllah.

Aku sudah Menguncinya, Tahu! Kisah lucu yang aku tuliskan dalam buku ini. Psssttt, sebenarnya kisah ini menghebohkan karena pelaku kisahnya sempat keberatan di awal proses penerbitan. Aduh, makanya jangan sembarang cerita ke penulis. Eh...(?!) Hahaha.

Ehem kembali ke jalur, jadi ketika dia menceritakan kisah lucunya yang terjadi secara alamiah, aku meminta izin untuk menuliskannya. Dia mengangguk oke. Subhanallah, beberapa pekan setelah itu akhirnya pengumuman mencatat kisah itu lolos audisi untuk dibukukan. Aku mengabarkannya dengan riang tapi dia malah hampir nangis. 

"Kok bisa dibukukan? Terbit nasional, lagi! Aku pikir hanya konsumsi pembaca blogmu! Er-rrr, apa bisa ditarik kembali?!" Tukasnya putus asa.

Apa kau tahu bagaimana perasaanku saat itu? Seperti diadili dan mendapat hukuman gantung. Huhuhu. Ketika kau bilang oke, aku pikir that is not out of record anymore.

Aku menceritakannya tanpa nama kok! Dengan gaya bahasa penuh makna dan pertimbangan. Lagipula aku tak membiarkan kisah itu di-publish tanpa hikmah, tenang saja. Setidaknya niatkan untuk kebaikan dan pikirkan rasa pembaca yang bisa memetik pelajaran dari kisah tersebut. Ayolah! Aku berusaha meyakinkannya agar dia bisa menerima itu. Dia menatapku ramah lalu mengangguk perlahan.

Alhamdulillah, dia tersenyum ridho. Oh, I Love You! Karenanya aku tidak jadi mengadu ke panitia lomba bahwa kisahku gagal terbit. Dan kabar baiknya, kisah itu bukanlah kisah konyol terparah. Ahahaha, ada kisah yang lebih spektakular lagi. Aku bahkan nyaris tak bisa membayangkan apa jadinya kalau hal itu menimpa diriku. Huh, rugi deh sudah berpikir kisah yang kutulislah yang terkonyol. Tuh, masih banyak yang lebih konyol. Nggak percaya? Serius, baca sendiri deh!

penulis nurmayanti zain
Penulis dan Buku-Buku Tercinta

Oh iya, bagi yang kisahnya sudah terekam di otakku, jangan berubah-ubah pikiran dong! Kalau dikatakan oke ya oke. Kalau untuk rahasia ya rahasia. Don't make me feel that there's nothing left of me. Huhuhu. Loh, kok malah jadi sesi curhat colongan ya...(?!) Hahaha, dilema penulis.

Faktanya, ternyata konyol itu Gue Banget! Jangan lupa Beli plus Baca bukunya ya!
.:: salam konyol ::.

View Post
Bismillah

"Ini kuberikan padamu."
Aku menerima biji bunga matahari sebagai kado perpisahan darimu.

Kamu, teman kecilku, tiba-tiba pindah rumah. Dahulu aku hanya tinggal menyeberang jalan jika ingin ke rumahmu. Sekarang aku harus menyeberang laut jika ingin bertemu denganmu. Saat ini, aku bersabar dengan surat-suratmu tiap pekan dan bunga matahari yang menjulang tinggi di taman belakang rumahku.

Hal aneh dari yang teraneh adalah aku belum pernah membalas satu kali pun suratmu. Ugh, aku tidak tahu apa yang sebaiknya kutulis. Seorang penulis sepertimu tidak akan mengerti betapa gugupnya aku. Aku pernah mencoba menulis surat balasan. Akan tetapi aku merasa nggak pas sehingga semua surat itu berakhir di tempat sampah. Aku mengenyam kalah dengan untaian katamu yang begitu memesona. Aku tahu, konyol sekali merasa kalah atas ketiadaan pertandingan. Hanya saja, ah-hh aku mati kutu!

Tahu-tahu saja, rasa cemas menghantuiku. Belakangan ini, isi suratmu selalu bercerita tentang rekan kerjamu. Rekan kerja yang mengagumkanlah. Rekan kerja yang tulus membantulah. Rekan kerja yang bla-bla-bla teruslah. Terserah, aku tidak membacanya sampai habis. Sedikit membuatku sebal.

"Pos!"

Mendengar teriakan petugas pos, aku berlari kecil keluar rumah. Ada surat darimu. Tak menunggu lama, aku langsung membuka dan membaca suratmu. Tuh, kan benar. Lagi-lagi kamu menceritakan rekan kerjamu. 

Tukk! Sesuatu terjatuh. Foto? Eh, kamu melampirkan foto rekan kerjamu. Ck, apaan ini. Ok akan kulihat, memang orangnya kayak apa sih?!

Eh, cewek?

Oh, rupanya cewek. Aku tersadar, dia karyawati senior yang membantumu beradaptasi di kantor. Tiba-tiba rasa lega memenuhi relung hatiku. Lega? Loh, ini rasa apa? 

Subuh keesokan hari, aku bergegas ke bandara udara. Ala kadarnya, aku mempersiapkan tiket pesawat pulang - pergi dalam semalam. Dari bandara aku langsung beranjak ke tempatmu. Aku cuek dengan tatapan orang-orang padaku yang tengah memeluk bunga matahari. Karena supir taksi juga tidak membantu, akhirnya aku berlari ngos-ngosan di kompleks perumahan, menanyakan dari satu orang ke orang lain dimana alamatmu.

Maaf, ya. Aku bukannya nggak mau menulis surat balasan. Walau aku jelas tidak mungkin menulis catatan harian seperti isi surat-suratmu selama ini. Itu bukan alasan kenapa aku tidak menulis surat. Lebih dari itu, karena sebenarnya yang ingin kutulis adalah sebuah surat cinta.

"Hah, kenapa kamu bisa ada di sini?"
Aku tersenyum menanggapi gejolak kagetmu.

Aku menatapmu lalu menyerahkan bunga matahari itu padamu. Aku berkata lantang, "Aku menyukaimu. Menikahlah denganku!"

himawari
Sunflower Post for You [sumber gambar]

Jantungku berdebar tak karuan. Sayangnya bunga matahari yang tingginya seperdua tinggimu itu tepat menenggelamkan wajahmu. Huh, aku kan jadi tidak bisa melihat reaksi pertamamu. Aku melirik jam tanganku dan tersentak. Waktu keberangkatanku sebentar lagi. Aku harus pergi saat ini juga kalau tidak mau ketinggalan pesawat. Er-rr, tadi kelamaan mencari alamat rumah sih.

"Eh, aku pamit ya! Soalnya aku harus mengejar pesawat."

"Eeh?!"

Lunglai, aku menyandar di kursi pesawat. Aku tertawa kecil saat mengingat wajahmu yang kebingungan dengan kedatangan plus kepergianku yang mendadak. Tunggu, jawaban darimu kan belum kudengar. Bodohnya! Aku lupa menanyakan jawabanmu. Ya sudahlah. Hari ini, aku sendiri yang mengantarkan sepucuk suratku. Sebaiknya aku menunggu dengan sabar, balasan dari surat pertamaku untukmu.

Ting! Tong!

Siang hari, bel rumah berbunyi sedang aku masih berbenah di kamar. Ibu mengetuk kamar dan memanggilku. Ketika aku membuka pintu kamar, Ibu langsung mencubit lenganku gemas. Loh, ada apa? Aku memandang ke arah ruang tamu.

"Haaaaaaah?!"

"Apa perlu sekaget itu? Bukankah di suratku tertulis bahwa aku dan orang tuaku akan berkunjung ke rumahmu?"

Kamu ada di sini. Nyatakah ini? Aku mundur selangkah kemudian berbalik masuk kembali ke kamar. Aku mengambil suratmu lalu bergegas keluar lagi. Aku membaca suratmu di hadapanmu. Oh, benar juga. Gawat, karena terlalu fokus pada rekan kerja jadinya aku nggak membaca sampai selesai. Ketika mengangkat wajah, aku mungkin terlihat seperti orang paling payah sedunia.

Sebuah surat kamu sodorkan padaku, "Ini jawabanku untuk yang kemarin."

Aku terperangah, "Cepat juga, ya."

"Gampang, kok."

Srek! Tanpa ragu aku merobek amplop surat yang katamu gampang itu. Hanya ada lipatan selembar kertas surat. Penasaran, aku membukanya. Gambar hati dengan tinta merah tertoreh di sana. Aku memandangmu, "Benar untukku?"

Kamu mengangguk manis, "Perlihatkan bunga matahari yang kamu tanam, dong!"

Aku tertawa, "Biarkan aku menyapa calon mertuaku dulu!"

Dear My Heart
Bunga matahari selalu menghadap ke arah matahari, kan?
Dari dulu sampai sekarang, seperti itulah harapku padamu.
Aku ingin kamu selalu mengingat diriku meski aku jauh.
Makanya aku memberikanmu kado biji bunga matahari.
Ini surat rahasia yang tidak kukirimkan kepada siapapun.
Termasuk kepadamu.


Himawari Yuuhin
(c) SY. 2005
View Post
Bismillah

Kita tidak akan pernah bisa menentukan hari depan kita tetapi tindakan kita hari ini akan sangat menentukan seperti apa hari depan kita.

Perjalanan hidup manusia bak sebuah buku. Anggaplah sampul depan adalah kelahiran dan sampul belakang adalah kematian. Lalu tiap-tiap lembar adalah hari-hari kehidupan yang dijalani, dinikmati dan dihayati. Jika satu lembar telah terisi penuh, lembar baru yang masih kosong menanti diisi dengan lukisan baru. Begitu seterusnya sampai pada akhirnya lembaran demi lembaran itu habis.

life is a book
I'm very berry happy with you
sumber gambar

Hari-hari yang telah berlalu tak bisa tergantikan lagi. Masih misteri apakah hari esok akan ada atau tidak. Karenanya hari ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebaikan sebelum tiba hari dimana tidak ada lagi hari setelahnya. Sesal kemudian hari, tiada berguna. Ingatlah untuk siap sedia dengan perbekalan maksimal guna menghadap ke Maha Menggenggam jiwa setiap makhluk.

Aku percaya setiap hal sulit akan diikuti oleh hal mudah. Bahkan untuk satu kesulitan bersama dengannya dua kemudahan. Sehingga seburuk apapun hari-hari yang dilalui, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyiapkan hari-hari bahagia bagi hamba yang penuh harap dan tak kenal putus asa. Seperti diriku, lembar-lembar bukuku yang lalu penuh dengan noda hitam. Hingga suatu ketika takdir mempertemukan aku dengan sosok yang cahayanya mampu menerangi hatiku. Dia berhasil mengubah warna hariku, seindah pelangi. MasyaAllah, Tabaraarakallahu Ta'ala.

Januari 2012, awal mula aku menatap wajahmu yang begitu teduh, tenang dan tenteram. Ya, wajah yang mampu menghipnotisku karena kesederhanaan penampilanmu. Aku pun berani menitipkan pesan kepada hujan bahwa aku menginginkan dirimu. Tepatnya, aku ingin mendapat pancaran cahayamu agar aku bisa melangkah dengan penuh percaya diri. Sungguh saat aku pandang wajahmu, ada getaran halus nan hangat menyelinap di hatiku, seakan setarik napasku dibawa pergi olehmu. Luar biasa.

Kau memesonaku. Ya Allah, dialah orang yang selama ini aku damba, aku rindu dan aku tunggu. Wahai putri cahaya, bertahun-tahun aku menunggumu. Kini aku bahagia sekali dipertemukan denganmu. Alhamdulilllahi Rabbil 'Aalamiin.


Sukoharjo, 20 Maret 2012.
View Post
Bismillah

Kemilau Cahaya Emas

November 2009, Titik Nol
Suatu Jumat, seorang dara Makassar berusia 20 tahun memulai perjalanannya ke blogsphere. Tanpa perbekalan, dia memulai berceloteh ria di dunia maya. Sudah bisa ditebak, blognya begitu tidak jelas dan hanya berisi kata-kata aneh. Selain itu tak ada orang lain di sana, tak ada komentar, tak ada pengunjung.  Itulah titik awal, hanya ada dia dan blognya.

Februari 2010, Jeda Sejenak
Masih sama, blognya hanya berteman dengan sepi. Parahnya, satu tahun yang terdiri dari 365 hari tersebut, rupanya hanya mampu membuatnya mengukir empat tulisan saja. Apa boleh buat, di tahun itu dia mengerahkan rasa dan asanya untuk berpamitan dari aktivitas perkuliahan. Ditambah bergelut dengan amanah dakwah dan tumpukan kertas-kertas studi asisten, akhirnya dia menghentikan putaran waktu di dunia maya. Berhenti sejenak. Sungguh, tak ada selera untuk berleha-leha di blogsphere.

Januari 2011, Reaksi Cahaya
Dia mendeklarasikan nama! Kemilau Cahaya Emas. Membuka diri tanpa membongkar jati diri. Nurmayanti Zain si putri cahaya. Dia mulai menulis lebih berkarakter, satu senti kebahagiaan kisah dalam hidupnya. Tak lupa, dia mengunjungi tiap rumah maya yang menarik hatinya. Untuk sekadar sapa, untuk sekadar cerita, dia lulus sempurna. Yang terkeren dari perjalanan blogspherenya adalah dia menghasilkan buku. Plus mendapat hadiah-hadiah nyata dari kemenangannya di lomba-lomba menulis yang diadakan oleh blogger. Dengan waktu yang cukup lapang, dia begitu bebas berlarian dan berekspresi. Ya, saking senangnya tanpa sadar dia bereaksi sangat dahsyat karena cahaya yang dicipratkan oleh blog. Sempat, dia larut hidup dalam dunia maya dan bingung bagaimana cara berjalan pulang ke dunia nyata. 


Buku Kemilau Cahaya Emas
Giveaway Blogger

Juli 2012, Mantap Mentong 
Bagaimana cara pulang? Dia akhirnya mencoba menggambar peta dan meninggalkan jejak nyata ketika terlalu dalam menjelajah di blogsphere. Tak lupa, dia meminta penasihat dunia nyata untuk segera membangunkannya ketika dia sudah terlalu jatuh tertidur dalam mimpi maya. Blog memang menyilaukan. Diakuinya, begitu banyak pelajaran manis dan memesona yang dijumpainya dalam perjalanan blogsphere. Namun, manusia tidak bisa hidup di dunia maya kan? Lantas, dia membangun pintu antara dunia maya dan dunia nyata. Dia bertekad, tak boleh lengah dengan kemilau blog. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah membuat hati lebih berkilau sehingga kilaunya blog tak seemas kilaunya hati. Tanpa ragu, kini dia bisa menyeberangi bolak-balik dua dunia itu dengan bijak. Semoga InsyaAllah. Bahkan lebih dari itu, kini dia menjadi seorang Maya yang nyata. Karenanya, dia sangat berterima kasih atas segala kebaikan blog. MasyaAllah, Blog Mantap Mentong!


Aku                           Kita
Kamu, Dia                   Mereka
Rasakanlah nurani          yang berbisik  
Mulailah bertindak dengan hal-hal yang disukai
Menurut hati, tiap pribadi itu unik, beda dan istimewa
Biarkan aku meramu, betapa asyik dan senangnya ngeblog itu
Akan ada orang yang memanggilmu dengan nama atau sandi blogmu
Punya teman yang lebih dari sekadar teman untuk berbagi dan bersama
Dari blog -sesuatu yang maya- turun ke buku -sesuatu yang nyata-
Dikirimkan hadiah berkat tulisanmu bisa menginspirasi para juri
Menjadi populer dan keren dengan sejuta pengagum rahasia
Mengerti kode-kode html untuk menarik perhatian google
Mendapat estafet tulisan berantai dan award blog
Merekam semua kejadian secara tertulis
Blog, Mantap Mentong!
Bercahaya
Selalu


*)_________________
Mentong = Memang
View Post