Subhanallah..
Setelah sekian lama, setelah ditolak beberapa kali. Akhirnya bisa kerja praktek juga. Gak nyangka memang butuh perjuangan untuk bisa melulusi satu sks saja. Betapa ironisnya...
This is my 1st day. Masih ada 29 hari lagi untuk menyelesaikan kerja praktek ini. Hiks. Ya Allah, beri hamba kekuatan.
Semangat!


Keep on fighting till the end!!


*) Wah, gambarnya kayak gak cocok.. Tapi, biar sajalah. hehehe

View Post
Bismillah

aku takkan pernah tahu

jika saja
detik tidak menjadi menit
menit tidak menjadi jam
jam tidak menjadi hari
hari tidak menjadi pekan
pekan tidak menjadi bulan
bulan tidak menjadi tahun

tentang napas yang tidak lagi panjang
tentang punggung yang tidak lagi tegap
tentang mata yang tidak lagi binar

aku tahu
ketika usia menggerogoti tubuh
aku tak lagi sama
aku berubah


View Post
Makasssar, 5  September 2009 M
15 Ramadhan 1430 H
Nomor       : 001/Surat Cinta/IX/2009
Lampiran   : -
Hal            : Permohonan Masa Depan Indonesia yang Cerah

Yth. Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014)
di
       Istana Negara, Jakarta

Dengan hormat,

Untuk mengikuti Lomba (Nasional) Menulis Surat Buat Presiden dan Wakil Presiden RI yang diadakan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), izinkan saya—seorang anak bangsa yang menginginkan perbaikan untuk Indonesia—mengemukakan sedikit inspirasi, ide, dan gagasan saya kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2010).



Bapak Presiden dan Wakil Presiden yang Saya Cintai,

            Tidak terasa sekarang kita telah memasuki bulan yang penuh berkah di tahun 1430 Hijriah. Beberapa tahun terakhir, saya merasakan peristiwa yang terjadi hampir setiap tahun di bulan diturunkannya kitab Al qur’an yang mulia ini, yaitu peristiwa beragamnya jadwal awal mula puasa dan hari Idul Fitri. Saya merasa sangat miris dengan keadaan ini, pasalnya negara Indonesia adalah negara yang paling banyak masyarakat muslimnya tetapi malah paling rentan terhadap perselisihan-perselisihan sepele yang membuat citra Islam tidak bagus di mata orang di luar Islam. Hal ini disebabkan oleh ego yang ada pada tiap-tiap pihak yang menganggap dirinyalah paling benar. Untuk itu, sangat diperlukan peran pemerintah di dalam mengatasi perpecahan tentang penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawwal. Sejauh ini, saya melihat pemerintah memang telah menetapkan hari-hari tersebut tetapi tidak tegas dalam menyikapi pihak-pihak lain yang penentuannya berbeda. Alangkah indahnya, bila pemerintah memberikan peraturan yang tegas bahwa penetapan yang dilakukan pemerintah harus ditaati oleh setiap orang Islam tanpa terkecuali. Bila ada pihak-pihak yang melanggar maka sanksi yang tegas tidak mengapa dikeluarkan. Saya sangat mendambakan hari di mana semua masyarakat Islam melaksanakan puasa dan Idul Fitri di hari yang sama InsyaALLAH kelak. Amin.

Bapak Presiden dan Wakil Presiden yang Saya Sayangi,
            Setiap hari, ketika matahari telah menampakkan kemilaunya, ketika tiap anak Adam memulai rutinitas kegiatannya, di sudut-sudut kota, di bawah jembatan layang, dan di tepi-tepi jalan raya terdapat orang-orang yang masih meminta perhatian dari dirimu wahai Bapak Presiden dan Wakil Presiden. Saya masih ingat ketika di bangku sekolah menengah pertama, ibu Tasmiah—guru Ekonomi saya—senantiasa mengagungkan bahwa pemerintah sangat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat baik dalam segi keuangan maupun kebahagiaannya. Sejak saat itu saya merasa pemerintah itu sangat hebat. Namun, tidak demikian saya dapati ketika beranjak dewasa. Begitu banyak permasalahan rakyat sangat memiriskan. Sebut saja, masalah pendidikan anak. Begitu banyak anak-anak yang harus menghabiskan usianya di jalanan untuk mengemis, mengamen, bahkan menjual koran yang sebenarnya mereka tidak pantas untuk melakukan itu. Belum lagi, masalah bentrok dengan pedagang kaki lima yang digusur secara paksa tanpa adanya belas kasihan. Belum usai pula ditangani masalah pemukiman kumuh yang dibangun di bawah kolong jembatan. Padahal yang saya tahu, orang miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Saya sangat berharap pemerintah tidak hanya mencanangkan tentang pendidikan 9 tahun bagi anak-anak tetapi juga mengawasi langsung prosesnya di lapangan. Tolonglah, memang pedagang kaki lima tersebut telah membangun di atas tanah yang bukan haknya tetapi bukan berarti mereka pantas dikasari. Bila memang akan dilakukan penggusuran, lakukanlah dengan bijak dan berikanlah kompensasi yang layak kepada mereka. Untuk ke depannya, alangkah baiknya bila dilakukan pencegahan pembangunan di lahan pemerintah sejak dini sehingga kemudian hari tidak ada tangis yang pecah karena merasa dikhianati oleh pemerintahnya sendiri. Tidak lupa, mohon buatlah perencanaan pembangunan perumahan sederhana nan sehat untuk orang-orang yang miskin lagi fakir. Saya ingin kebanggaan saya terhadap pemerintah tidak pupus dari ingatan saya sejak kecil. Saya yakin pemerintah mampu benar-benar mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. InsyaALLAH. Amin.
            Sungguh sangat disayangkan, saya tidak mampu menulis berlembar-lembar ekspresi hati saya untuk Bapak Presiden dan Wakil Presiden. Namun, saya berharap secuil tulisan ini bisa sedikit saja mendapat perhatian dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden. Mari sama-sama mewujudkan masyarakat Indonesia yang religious, ramah, cerdas, dan sejahtera lagi makmur.
            Saya yakin kita bisa. InsyaALLAH. Lanjutkan!

View Post
Lagi-lagi saya menemukan tulisan masa lalu... Hehehe, rasanya benar-benar aneh..




Saya adalah seorang mahasiswi Elektro angkatan 2007. Saat ini saya berada di penghujung semester III. Kata orang, mahasiswa(i) Elektro adalah orang-orang yang cerdas. Sejujurnya, saya bukanlah seorang anak yang terlahir cerdas dan berbakat. Sejak TK hingga SD kelas 3, nilai rapor saya tidak pernah bagus. Bermimpi meraih peringkat tiga besar pun tak pernah saya lakukan. Bahkan belajar menjadi seorang engineer adalah hal terhebat yang tak pernah terlintas di otak masa kecil saya.


Hal ini membuktikan bahwa banyak hal yang bisa menjadi motivasi belajar seseorang. Berikut adalah cacatan kecil tentang motivasi belajar yang saya genggam di dalam hati saya.


Pertama dan yang paling pertama saya bisa termotivasi untuk belajar adalah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Begitu banyak nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya untuk bisa melanjutkan pendidikan demi pendidikan saya. Maka sungguh saya merupakan seorang hamba yang tak tahu diri bila tidak bersyukur kepada-Nya dengan jalan menggunakan nikmat itu sebaik-baiknya melalui belajar yang rajin.


Selanjutnya saya mendapatkan kekuatan belajar dari orang tua. Tak ada satu orang tua pun yang tidak ingin melihat anaknya sukses, begitu pun dengan orang tua saya. Selalu mereka mengingatkan untuk tidak main-main dalam menuntut ilmu.  Sehingga nafkah yang mereka cari untuk kepentingan pendidikan saya tidak terbuang dengan sia-sia. Dengan demikian, saya merasa terpanggil untuk belajar tekun agar bisa melihat senyum orang tua saya ketika saya sukses kelak InsyaALLAH.

Motivasi yang berikutnya datang dari pihak-pihak yang memberikan ilmu kepada saya, para guru dan dosen. Rasanya tak adil, bila para pengajar dan pendidik telah melakukan usaha mereka semaksimal mungkin sedangkan saya sebagai seorang penuntut ilmu tidak melakukan apa-apa. Saya sering merasa risih bila tidak belajar dengan baik ketika akan masuk di suatu kelas untuk memulai kegiatan belajar mengajar baik di bangku sekolah maupun bangku perkuliahan. Untuk itulah, saya menanamkan tekad pada diri saya untuk belajar yang rajin.

Motivasi yang lain bisa diraih melalui teman-teman saya. Bilamana bergaul dengan orang-orang yang rajin belajar maka setidaknya saya juga akan termotivasi untuk rajin belajar.

Kira-kira hal-hal itulah yang menciptakan diri saya yang ada saat ini. Sehingga dengan mantap saya bisa mengambil kata-kata dari Thomas Alfa Edison bahwa kesuksesan diraih dengan Sembilan puluh Sembilan persen kerja keras dan satu persennya adalah bakat.

View Post
Bismillah

Aloha! Ketika teman-teman membuka page contact me ini, berarti ada sesuatu yang mengganjal di hati. Apakah itu? *SenyumMemesona. Ehem, Ada yang bisa aku bantu? InsyaAllah aku siap mendengarkan permintaan teman-teman. Ups, sayangnya aku tidak punya kekuatan super jadi tentu saja jangan meminta di luar kesanggupanku ya. Namun -percayalah- aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan senyum di wajah teman-teman. InsyaAllah.

Silakan kirimkan pesan berupa komentar / pertanyaan / kritik / teguran / celaan / saran / nasehat / opini / analisis / pandangan / kesan / hikmah / inspirasi / motivasi / apapun itu yang berkaitan dengan diriku yang ingin teman-teman sampaikan padaku.

Nah, isi form contact me di bawah ini!
Cantumkan nama, email, url blog dan pesan teman-teman.
Lalu klik send message. InsyaAllah pesannya sudah tersampaikan padaku.
Tunggu aku ya! InsyaAllah akan kubalas as soon as possible alias asap a.k.a secepatnya.



.:: Salam Ukhuwah ::.
View Post
HARI KE- 1 / SABTU 14 JUNI 2008
          Setelah persiapan selesai—sarapan pagi, koper-koper, dan lain hal sebagainya—kami berangkat dari rumah menuju bandara Hasanuddin kira-kira pukul 06.00 WITA. Setibanya di bandara, kami langsung naik pesawat menuju Jakarta.
Oia, aku lupa memperkenalkan siapa kami. Ehm, Kami itu berjumlah delapan orang. Ada bapak, mama, kakak perempuan yang sekarang kuliah di FK angkatan 2006, Saya, adik laki-laki yang baru mau masuk kuliah, adik perempuanyang sekolah di SMAN 17 kelas XI, adik laki-laki yang sekolah di SMPN 4 kelas IX, dan tante (kakak dari bapak).
Lalu saat tiba di Jakarta, kami harus menunggu lantaran pesawat ke Jeddah boarding pukul 13.20 WIB padahal saat kami sampai baru pukul 08.15 WIB. Nah, jadilah kami seperti anak terlantar. Duduk-duduk tidak jelas dan yang dilakukan hanya makan dan foto-foto saja.


Kemudian akhirnya kami berangkat. Lama perjalanannya kurang lebih 9 jam. Ugh- Di atas pesawat yang saya lakukan hanya berdzikir,  makan, tidur, dan buang air kecil saja. Untunglah kami naik Garuda jadi service-nya mantap! Hehehe.. Terus pukul 18.00 waktu Jeddah kami sampai di bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Wow! Sangat menegangkan plus menyenangkan. Tiba di negeri orang tanpa tahu bahasanya. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab. Kadang saya seperti orang bodoh yang tersesat karena tidak bisa berkomunikasi. Walau kadang ada beberapa petugas yang bisa bahasa Inggris, itu tidak cukup membantu. Terus, petugas perempuannya sama sekali gak ada! Sejauh mata memandang, yang ada hanyalah laki-laki, laki-laki dan laki-laki. Katanya, perempuan tidak dibolehkan bekerja. Perempuan hanya boleh tinggal di rumah saja.
Selanjutnya, kami naik bis menuju Hotel “Holiday Inn” yang menempuh waktu sekitar 20 menit dari bandara. Benar saja, di sepanjang jalan pun kami tidak melihat adanya tanda-tanda perempuan. Aku jadi merasa gimana gitu. Lalu tiba di hotel deh. Hotelnya keren! Sangat luas dan mewah. Kamarnya juga asyik punya. Kami dibagi dua kamar. Kamar pertama adalah Bapak dan Mama bersama kedua anak laki-laki. Sedangkan kamar kedua adalah Kakak, saya, adik perempuan, dan tante.
Akhirnya bisa tidur nyenyak juga… Oh, No!!! Mataku tidak bisa terpejam. Sekarang pukul 23.30 waktu Jeddah. Ayolah, ini tengah malam tapi tetap tidak bisa tidur. Oia,Jetlag. Saya lupa. Di Makassar sekarang adalah pukul 04.30 dan saat itu saya sudah bangun dan mengerjakan aktivitas. Uhh.. Gak bisa tidur deh.

HARI KE- 2 / AHAD 15 JUNI 2008
          Eh, akhirnya mata ini bisa terpejam walau tidak lama. Masalahnya, saya selalu terbangun entah karena apa. Ooo.. Sudah pukul 04.30 waktu Jeddah dan itu artinya sudah shalat Subuh. Sayangnya, tidak ada yang mendengar adzan dan saat resepsionisnya ditelepon gak ada yang angkat. Yaa, kalau begitu kami langsung shalat saja. Namun, kami masih memiliki masalah kedua; kami tidak tahu di mana arah kiblat. Gak ada petunjuk sama sekali. Yaa, kalau begitu kami shalat menghadap sesuai hati nurani saja. Toh, di mana pun kamu berada di situlah wajah Allah. Lagipula ini darurat.
          Tadinya saya mau melanjutkan tidur tapi ada telepon dari Bapak. Katanya, sarapan di hotel akan disiapkan pukul 06.00 waktu Jeddah. Jadi kita harus bersiap-siap jangan sampai kehabisan makanan. Lalu kami mandi deh… Kamar mandinya aneh! Luas banget dan banyak kacanya. Mengerikan. Mana bathtub lagi. Untungnya airnya hangat tapi lama kelamaan malah jadi air panas, eh bukan, air mendidih. Kabar bagusnya,  kami tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama di kamar mandi.
          Sarapannya cool! Makanannya cukup membuat takjub. Kami makan roti yang besar tapi gak ada isinya. Lumayan enak sih. Ada juga sosis dan daging yang dipanggang. Terus pake nasi kuning tapi yang gak ada lengkuasnya, rasanya agak hambar. Setelah sarapan, kami menunggu bus hotel untuk pergi ke Balad. Katanya, di sana adalah pusat pertokoan di Jeddah. Kalau mau diibaratkan sih mungkin seperti Mall hanya saja tidak terlalu mewah. Jadi kami berbelanja deh walaupun kami hanya mengunjungi satu toko saja tapi itu cukup melelahkan.
          Ba’da dhuhur kami berangkat ke Makkah. Dari Jeddah kami sudah berpakaian ihram. Kami sudah siap menyambut panggilan-Mu Ya Allah. Kami tiba kira-kira pukul 17.30 waktu Makkah. Kota Makkah itu luar biasa. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Banyak-banyak-banyak-banyak-banyak sekali yang berbeda dari Makassar. Bahkan banyaknya debu yang beterbangan lantaran sedang ada perluasan Masjidil Haram, itu tidak bisa menutupi pesona kota Makkah.
          Ngomong-ngomong, mandi di kota Makkah lebih dahsyat lagi. Airnya semakin lama semakin panas dan bikin kulit melepuh loh. Memang, udara di kota Makkah ini cukup mengherankan. Kalau pagi, panas banget tiada taranya tetapi kalau malam asli sedingin es. Makanya, aku yang sebelumnya tidak pernah memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan dandan kepaksa harus melakukan perawatan diri secara teratur dan berkesinambungan. Mulai dari pakai lipgloss, handbody, dan pelembab muka. Kalau tidak begitu, bibir akan pecah-pecah plus memerah, kulit akan kering, dan rasanya perih sekali.
Setelah beres-beres di hotel “Hilton Tower” Makkah.Sesegera mungkin, kami bersiap untuk menuju ke Masjidil Haram. Menuju Ka’bah, qiblat umat Islam yang selama ini hanya pernah saya lihat melalui gambar. Masya Allah… kata-kata luar biasa tidak cukup pantas untuk melukiskan Ka’bah dan Masjidil Haram. Suasananya sangat teduh. Yang terdengar di sana, hanyalah nama Allah saja. Sangat dahsyat merasuk ke hati. Jika sudah masuk ke dalam, tidak ada niat sama sekali untuk ke luar.
Selanjutnya kami melaksanakan ibadah umrah sampai tengah malam. Asli ibadah umrah sangat memerlukan kekuatan fisik. Orang Indonesia di sana layaknya anak kecil karena postur tubuh yang mungil. Jadi beberapa kali saya terjepit dan terdorong baik waktu shalat, thawaf, sa’i, maupun waktu saya hanya berdiam untuk berdoa. Segala yang saya lakukan tidak boleh meleng karena bisa saja saya terinjak dan berujung pada kematian. Namun, sungguh saya sangat menginginkan bisa menghembuskan napas terakhir di sana. Bisa dishalatkan dan dimakamkan di sana. Saya pikir, itu lebih baik dari saya mendapatkan semua yang saya inginkan di Makassar. Kira-kira pukul 02.00 waktu Makkah kami kembali ke hotel untuk istirahat.

HARI KE- 3 / SENIN 16 JUNI 2008
          Hari ini kami terkapar. Saking capeknya, kami hanya bisa shalat Subuh di hotel saja. Lalu selanjutnya kami memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Saya banyak bertemu dengan akhwat di sana. Walau kadang hanya bisa senyum-senyum karena tidak bisa mengerti bahasa satu sama lain. Yang saya lakukan di sana yaitu, baca Al-qur’an, berdzikir, memperbanyak doa, minum air zam-zam, kenalan sama akhwat pake bahasa Inggris dan tidur. Kalo soal foto-foto, itu tidak bisa dilakukan di dalam Masjidil Haram. Sebelum kami masuk, kami dirazia secermat mungkin bahkan sampai menyentuh bagian tubuh khusus wanita loh. Itu lantaran banyak orang yang sering menyembunyikan kamera sih. Awalnya agak risih, tapi ya memang harus begitu.

HARI KE- 4 / SELASA 17 JUNI 2008
          Selanjutnya ziarah! Kami mengelilingi kota Makkah Al Mukarramah. Melihat Jabal Tsur yaitu bukit saat Rasulullah SAW dan Abu Bakar As-Siddiq berdiam diri di sana, Jabal Rahmah yaitu konon tempat bertemunya nabi Adam ‘Alaihissalam dengan hawa, Mina, Musdalifah, dan Arafah yang merupakan tempat-tempat bagi orang yang berhaji, dan Masjid Ji’ranah yaitu masjid yang dibangun oleh raja untuk putrinya.
          Selanjutnya kami bermiqat lagi di masjid Ji’ranah dan kembali ke Masjidil Haram untuk melakukan ibadah umrah lagi. Sekali lagi saya akan berjuang untuk mendapat ridho Allah SWT.

HARI KE- 5 / RABU 18 JUNI 2008
          Hari ini adalah hari terakhir kami di Makkah. Rasanya sedih sekali harus meninggalkan Makkah. Setelah thawaf untuk yang terakhir kalinya, pukul 15.00 waktu Makkah kami berangkat menuju kota Madinah Al Munawwarah.
          Kami tiba di Madinah sudah hampir shalat Isya. Kota Madinah adalah kota yang menawan. Namun, kalau disuruh memilih, saya lebih suka berada di Makkah. Meski begitu, itu tidak mengurangi rasa kagumku pada kota yang terkenal dengan kota Rasulullah SAW ini. Kami pun makan malam dan istirahat di Hotel “Moven Pick” Madinah. Hotelnya tak kalah mewah dengan hotel di Jeddah dan di Makkah.

HARI KE- 6 / KAMIS 19 JUNI 2008
          Kami ke masjid Nabawi dan ke Raodah. Seperti halnya di Makkah, kalau mau masuk masjid, harus digeledah dulu. Di masjid Nabawi, kalau kita kehilangan sandal atau sepatu, akan digantikan dengan sandal jepit yang baru dengan meminta kepada petugas yang bersangkutan. Tanteku pernah kehilangan sandalnya. Lucunya, sandal yang diberikan hanya memiliki satu ukuran, yakni ukuran kaki laki-laki dewasa.
          Nah, tentang Raodah yang biasa dikenal dengan taman syurga. Di sana adalah tempat yang mustajab untuk berdoa. Sayangnya waktu untuk akhwat terbatas. Hanya ketika pukul 07.00 – 10.00 dan 21.00 – 24.00 waktu Madinah. Selain waktu itu, laki-laki bebas ke sana. Terus, kalau mau beribadah di raodah juga diatur oleh laskar akhwatnya. Dibuat secara bergiliran. Jadi, orang Indonesia dengan orang Indonesia, orang Turki dengan orang Turki, orang Arab dengan orang Arab, begitu seterusnya. Syukurlah ada pembagian seperti itu. Kalau tidak, orang Indonesia tidak akan pernah bisa sampai ke Raodah lantaran kalah berebut tempat dengan muslimah bertubuh tinggi besar dari negara lain.

HARI KE- 7 / JUMAT 20 JUNI 2008
          Waktunya ziarah! Kami mengelilingi kota Madinah. Ke masjid Quba yakni salah satu masjid yang utama untuk dikunjungi, Jabal Uhud yakni tempat terjadinya perang Uhud, masjid Qiblatain yakni masjid tempat berubahnya arah kiblat dan ke pasar Kurma.
          Malamnya kami ke Raodah lagi dan kami juga berpamitan pada Rasulullah SAW karena besok kami akan pulang. Rasanya sedih sekali. Namun, benar-benar sudah tidak bisa tidak kembali ke Indonesia. Maunya sih, tinggal di sini saja selamanya.
Aku lupa bilang, wanita tidak bisa berziarah langsung ke makam Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya, Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Melihatnya pun kami tidak bisa. Yang bisa dilakukan hanyalah berdiri di depan tembok tempat makam tersebut dan memberi salam dalam hati. Perempuan juga tidak boleh pergi ke makam Baqi, yaitu pemakaman umat muslim yang gugur dalam medan peperangan. Itu semua hanya bisa dikunjungi oleh para lelaki. Awalnya, aku pikir itu curang, tapi begitu lebih baik karena ada kemungkinan perempuan akan menangis histeris nantinya.

HARI KE- 8 / SABTU 21 JUNI 2008
          Kira-kira pukul 08.00 waktu Madinah kami kembali ke Jeddah. Siangnya kami shalat di Masjid terapung Jeddah dan makan siang di tepi Laut Merah. Pemandangan yang indah sekali.
          Pukul 15.00 waktu Jeddah kami tiba di Airport King Abdul Aziz. Kami harus menunggu lagi karena pesawat boarding pukul 19.00 waktu Jeddah. Menunggu memang pekerjaan yang paling mudah tapi sungguh sangat menyengsarakan. 

HARI KE- 9 / AHAD 22 JUNI 2008
          Seperti yang saya katakan di atas. Kalau di pesawat, yang bisa dilakukan hanyalah berdzikir, makan, tidur, dan buang air kecil. Walaupun begitu, hal tersebut tetap menyenangkan.
          Pukul 09.45 WIB kami tiba di bandara Soekarno Hatta Jakarta. Lalu pukul 12.50 WIB kami berangkat menuju kota halaman kami, Makassar.
          Pukul 16.00 WITA kami tiba di Makassar. Setelah mengurus barang bagasi dan lain-lain. Kupikir kami akan langsung pulang ke rumah tapi ternyata singgah dulu di rumah nenek.
          Akhirnya pukul 18.45 WITA kami sudah benar-benar pulang di rumah. Saya pun sudah kembali ke kamar yang sangat kusayangi.
          Tadinya saya pikir akan bisa tidur dengan lelap. Hey, ini sudah pukul 01.00 WITA tapi mata ini belum terpejam. Oh, tidak! Sekarang masih pukul 20.00 di Makkah.

HARI KE- 10 / SENIN 23 JUNI 2008
          Saya berusaha memulihkan tenaga dan pikiran. Lalu esok hari, saya akan bertempur di dunia kampus lagi...

View Post
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Apa kamu tahu, aku ingin meninggalkan sesuatu yang bisa menetap di hati orang-orang.
Tidak perlu sesuatu yang besar. Tidak perlu sesuatu yang dapat mereka genggam.
Untuk sekejap, aku hanya ingin menyentuh hati mereka.


Aloha! Apa kabar? Apa aku mengenalmu?

Ehem... Jujur, aku sangat gugup sekali. Entah kamu adalah seorang pembaca setiaku ataukah ini kali pertama bagimu menelusuri jejak Kemilau Cahaya Emas, dengan sangat berterus terang, kukatakan, kamu berhasil mendebarkan hatiku. Cenat-cenut. Pasalnya kamu sedang berada di duniaku, membaca kisahku! Subhanallah!

Baiklah, anggap saja ini pertemuan pertama dan biarkan aku memperkenalkan diri. Berikut adalah data resmi diriku yang bisa kamu gunakan untuk menghubungiku lebih lanjut. 

Maya is My Name
IDENTITAS DIRI
Nama Blog : Kemilau Cahaya Emas
URL Blog : http://www.nurmayantizain.com
Awal Nge-Blog : November 2009
Alasan Nge-Blog : Satu Senti Kebahagiaan Kisahku
Sponsor : Blogspot
Pemilik : Nurmayanti Zain
Alias : Maya, Nur, Cinderella, Putri Cahaya
Email : admin@nurmayantizain.com
Yahoo Messenger : nurmayantizain
Google+ : Nurmayanti Zain
Profile Blogger : Nurmayanti Zain
Facebook : Tidak Punya
Twitter : Tidak Punya
Pekerjaan : Insinyur, Lecturer, Da'iyah, Penulis
Domisili : Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan
Motto : Keep On Fighting Till The End...!!

Fakta di lapangan, kebanyakan orang tidak puas dengan suguhan identitas diri tersebut yang [katanya] masih labil. Padahal menurutku itu sudah sangat manis loh, hehehe oops my bad! Dan dan dan yang bikin gemes, aku tidak pernah menampilkan foto asli diriku. So, remember this: jika kamu ingin melihatku, kamu harus menemuiku di dunia nyata. Ehem... tak ayal lagi, aku pun sukses mendapatkan gelar membuka diri tanpa membongkar jati diri!


Lalu Nurmayanti Zain itu Orang yang Seperti Apa?

1. (Rezky Batari Razak, Akhwat Pejuanghttp://rezkybatari.wordpress.com)
Maya itu sangat terkenal di dunia maya. Saya bahkan dibuat geleng-geleng sebab saat mencoba mengetikkan namanya di mesin pencari google, sebelum sempat sempurna mengetikkan namanya maka google telah menampilkan kemungkinan nama yang akan saya ketikkan, dan itu namanya... Nurmayanti Zain. Dek, ternyata dikau adalah blogger yang terkenal yah?? Itu apa istilahnya yah May??

2. (Ririe Khayan, Kidung Kinanthihttp://www.ririekhayan.com)
After all, saya pribadi sungguh salut dan kagum pada Puteri Cahaya, di belia usianya bertabur gemerlap pencapaian prestasi akademik, non akademisnya dan lompatan kuantum dalam sisi religiusnya yang tercermin dari ‘isi’ hati dan pikirannya yang dewasa dan mampu memberikan sinar bagi sekitarnya dan dalam spectrum cahaya yang lebih luas lintas ruang, waktu, gender, social dll melalui istananya yang ber ‘kemilau cahaya emas’.

3. (Insan Robbani, Media Robbanihttp://www.mediarobbani.com/)
Ada sekelebat cahaya melintas lembut di depan mataku. Cahaya itu berkilau memendarkan cahaya kuning keemasan. Indah laksana cakrawala jingga di ufuk timur. Menorehkan goresan tinta emas di alam raya. Hanya harap yang ku pinta pada sang Maha Raja. Semoga kemilau cahaya emas tidak akan silau dengan indahnya sinar mentari, tidak akan memudar oleh keperkasaan sang mentari. Tetaplah menjadi kemilau cahaya emas yang bisa mewarnai dunia dengan karya emasmu. Semoga Allah Ta'ala menjagamu.

4. (Ria Hidayah, Memories of My Lifehttp://riahidayah.blogspot.com)
Makasih Ya Allah, telah memperkenalkan Aya pada sosok yang ber KEMILAU CAHAYA EMAS, hamba sholehah-Mu yang cerdas luar dalam, benar-benar muslimah luar biasa. Terima kasih Ya Allah... Makasih Kak... Terima kasih banyak atas persaudaraan ini Kak... Walau hanya baru kenal di dunia maya dan komunikasi via blog, email, juga hp, semoga Allah mengikatkan hati-hati kita dalam ikatan persaudaraan karena-Nya ya... Semoga Allah mengekalkan ikatan ini.

5. (Yuna Kiva, Be a Secrethttp://yunakiva.blogspot.com/)
Nur itu sosok yang istimewa, memesona. Nggak mudah untuk menjadi seorang Nurmayanti Zain. Disebut takdir atau jodoh ya, sampai bisa mengenal sosok Nurma. Seorang pendengar yang baik, pemberi nasihat yang baik dan pemberi semangat. Sahabat supeeerr ^_~

6. (Nurfitra Magfira, Daun Cintahttp://jingga-dauncinta.blogspot.com)
Barbie, pertemuan kita hari ini adalah sebuah cerita terindah yang kan kusimpan selamanya di hatiku, semampuku. Sungguh kau memberiku hari yang takkan terlupakan seumur hidupku. Terima kasih barbie... maksudku... cahayaku.

7. (Stumon, Stupid Monkeyhttp://www.stupidmonkey.web.id)
Tahukah anda apa yang saya dapatkan, dengan template sederhana berwarna pink, blog ini jelas-jelas milik seorang wanita, saya sih yakin aja, tapi betulkah itu. Gaya penulisan yang ringan, mudah dipahami dan ceria, menguatkan keyakinan saya kalau blog ini lebih mirip diary yang segaja dishare untuk umum.

8. (Ar Rifa'ah, Sajak yang Berhamburanhttp://rausyanfiqr.blogspot.com/)
Kepadamu, wahai Putri Cahaya, tahukah betapa aku akan terus percaya. Bahkan meski gelap telah berlapis-lapis kelamnya, kau akan terus kemilau, bersinar!

9. (A. Asmi Pratiwi, In Every Tearhttp://ineverytear.tumblr.com)
Pink Biru Hijau Merah adalah warna-warna kesukaan kami. Pink: Andi Asmi Pratiwi dan Nurmayanti Zain. Biru: Nadhifah Sakka. Hijau : Julianti Habibuddin. Merah : Risnayati Mustafa. Dark Blue: Nadia Novira. Ketuanya adalah ?????? Nurmayanti Zain… hehehe…. Berhubung Andi Asmi Pratiwi n Nurmayanti Zain sama-sama suka warna Pink… jadi setengah-setengah ta’ mo pade :p


Tahukah kamu, dari blog ini telah lahir sebuah buku fenomenal yang berjudul sama, Kemilau Cahaya Emas. Karyaku! Si Nurmayanti Zain yang rada-rada aneh binti ajaib itu, hehehe you know what I mean. Spektakuler, aku sangat-sangat-sangat merasa spesial karenanya. Tabaarakallahu Ta'ala.


Kemilau Cahaya Emas


Beritahukan padaku, Apa arti Kemilau Cahaya Emas bagimu?

1. (Pembaca Setia KeCE, Si Pelukis Jejak Lakaran Minda, www.azura-zie.com)
Saya percaya dalam perjalanan seseorang ada banyak sekali intisari yang manis, sebuah formula untuk berkaca diri dan penumbuh alamiah harapan baru. Membaca kisah dari serial Kemilau Cahaya Emas ini, bagaikan menemukan harta karun yang berisi itu semua. Satu senti kebahagiaan yang benar-benar menjanjikan. Silakan nikmati setiap jeda maknanya!

2. (Shofiyyah, Ners & Pengurus Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia)
Bukunya bagus, jujur saya suka. Ceritanya ringan mengalir, bagus dibaca kalau lagi bad mood. Soalnya bukunya seperti penulisnya, dimanapun dia, dia selalu membuat suasana menjadi lebih baik.

3. (Wita Adriyana Wardani, Freelancer, Mataram)
Keren sekali gaya menulisnya. Ditambah lagi ceritanya bagus banget. Plus puisinya bikin nangis, Subhanallah keren! Kemilau Cahaya Emas yang sangat menginspirasi. Ajaib, tulisannya membuatku bangkit!

4. (Rezki Amaliah, Pelajar SMA, Makassar)
Kemilau Cahaya Emas, di balik setiap halamannya tersimpan makna cinta yang begitu lucu dan jujur. Dengan gaya bahasa sederhana, penulis menyulap kisah cintanya menjadi lebih hidup, mengesankan dan mengharukan.

5. (Chyntia Puti Army, Karyawan Swasta, Pontianak)
Suka! Pengen selalu mengikuti karya-karya Nurmayanti Zain. Soalnya tulisannya polos, apa adanya.

6. (Mirna Andriani, Sarjana Teknik Elektro, Makassar)
Saya selalu suka ketika Maya bicara cinta. Tidak hanya lewat tulisan tapi juga obrolan lepas kami yang tak pernah direncanakan. Perasaan yang dalam namun tetap cerdas. Kata-katanya gamblang tapi tetap santun, tetap berada di koridor yang dilaluinya selama ini. Saya membaca karya Maya tentang cinta merasa kurang. Kurang karena ternyata lembaran kertas justru membatasi cintanya yang luar biasa. Keep on writing, Kanda Maya. Keep on fighting ‘till the end.

7. (Muchlis Zain, Maintenance Engineer – Kontraktor Batubara, Samarinda)
Tidak semua orang dapat memaknai hidupnya. Apalagi mengangkatnya dalam bentuk tulisan. Saudari Maya adalah salah satu dari sedikit manusia-manusia langka yang telah meneladani para ulama. Tulisan ini sangat inspiratif. Wajib dibaca bagi anda yang ingin memaknai hidupnya. Tremendous, Amazing, Incredible.

8. (Enha, Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP UNS, Surakarta)
Perpaduan yang menarik antara ungkapan hati, motivasi, ukhuwah serta kisah keseharian yang diselingi humor. I like it. Buku ini mengajakku menyelami dunia Putri Cahaya, melihat melalui sudut pandangnya. Membuatku mencemburui Nurmayanti Zain, sang penulis. Seorang muslimah yang inspiratif, energik, dan ceria.

9. (Meutia Rahmah, Dosen dan Blogger, Aceh)
Ajaib, setiap kisah mengalir indah mengerucutkan sisi penasaran pembaca akan sosok Nurmayanti Zain, membuka diri tanpa membongkar jati diri. Really like it. 

10. (A. Anistahara Ayari Putri, Mahasiswi S2 Pendidikan Bahasa Jepang UPI)
Buku ini dikemas dengan manis. Dengan pembawaan yang ceria dan gaya bercerita anak muda. Namun, tetap anggun dalam balutan penjiwaan seorang muslimah. Isinya menceritakan tentang kehidupan Putri Cahaya. Tentang cara memandang musibah sebagai hikmah. Tentang semangat menggapai mimpi. Dan tentang kebesaran hati. Jangan baca buku ini kalau tidak siap terinspirasi. Jangan baca buku ini kalau tidak siap cemburu dengan Putri Cahaya.

11. (Wawan Setiawan, Blogger asal Cirebon, http://penghuni60.blogspot.com)
Membaca buku KeCE seperti kita sedang memandang pelangi yang penuh warna, bertabur cahaya emas. Warna-warni kehidupan bisa kita temukan dalam tiap lembarannya. Setiap jengkal kisah yang tertulis dengan khas oleh penulisnya, sanggup membawa kita terbuai dan larut dalam warnanya. Seolah kita enggan beranjak dan ingin terus terbuai bersamanya. Nah, jika kalian membaca buku ini sampai habis, dijamin kalian akan menemukan Kemilau Cahaya Emasnya. So, don't miss it!


Hai Hai Hai! Kamu, Maukah berkenalan denganku?

Aku tidak akan sungkan jika kamu mau memberi komentar setelah mengunjungi blog ini. Atau mungkin, terbersit asa untuk mengenalku lebih dekat? What a zing! Itu suatu pertanda bahwa aku mampu menggerakkan hatimu. Well, itulah tujuanku menulis. Untuk menginspirasi dan mendorong hati orang lain menuju ke kehidupan yang lebih bermakna. Bisakah aku?


.:: Salam Pertama ::.

View Post