Ini Tentang Cita

Bismillah

Mataku menerawang jauh, mencoba mengincar jejak-jejak ingatan masa lalu. Sesaat aku merasa aliran waktu tengah berhenti berputar. Wildan yang sedari tadi menemaniku -tetap bergeming- menampakkan tulisan singkat berjudul Cita-Cita Anak di rumah maya seorang Monda Siregar, Kisahku. Postingan aslinya diterbitkan Februari 2009 kemudian di-reposting pada bulan April 2010.

Cita-Cita Anak
Ini cerita beberapa tahun lalu, waktu Inka si bungsu masih TK.
Topiknya sih tentang cita-cita kalau besar nanti.
“Adek, kalau sudah besar mau jadi apa?” tanyaku.
“Mau jadi dokter anak.”
“Wah, bagus dong, nanti kerjanya di rumah sakit ya?”
“Nggak, adek maunya jadi dokter di rumah aja.”
“Kenapa? Dokter itu kan kerjanya di rumah sakit atau di puskesmas.”
“Kasihan, kalau anaknya pulang sekolah nggak ada mamanya di rumah” katanya.
(mondasiregar, April 2010)

Aku berulang kali membaca delapan baris penggalan tulisan tersebut, benar-benar menggetarkan hatiku. Semburat senyum muncul. Entah kenapa hampir semua anak kecil selalu menjawab ingin menjadi dokter ketika ditanya apa cita-citanya. Wah, apakah karena sosok dokter yang keren? Bisa jadi karena orang tuanya juga dokter kan? Atau mungkinkah satu-satunya pekerjaan yang terlihat menjamin adalah dokter? Hmm, masih misterius... tapi pada kenyataannya tidak semua anak kecil yang berucap ingin jadi dokter mempertahankan cita tersebut, ada-ada saja yang berubah haluan di tengah jalan. Aku, salah satu contoh nyatanya.

[Evolusi] Dokter  Insinyur

Zaman dahulu kala -ketika aku masih ingusan- aku selalu berseru ingin jadi dokter. Cacat fisik yang kualami menguatkan tekadku untuk menyembuhkan orang-orang sakit di luar sana. Namun, semua berubah ketika negara angka menyerang. Faktanya, detik-detik menjelang ujian akhir nasional es-em-ma, aku jatuh cinta pada listrik. Aku sadar nilai biologiku lebih tinggi dibanding fisikaku tapi yah~ apa jadinya kalau aku sudah tidak bisa berhitung lagi bahkan mengucapkan selamat tinggal pada kalkulator...(?) Aku tidak bisa. Niatku berganti cita pun disambut ridho orang tua. MasyaAllah. Sampai kini, aku masih bergelut di bidang teknik.

Follow Your Dream ~ Original picture was from here

Cita-cita anak yang diungkapkan di tulisan itu bukan sembarang cita-cita. Seorang dokter rumahan, kedengaran lucu tapi maknanya benar. Setiap anak kecil pasti berkeinginan untuk selalu bersama Mama. Mau bagaimana lagi, Mama itu dunianya. Coba saja lihat, ketika seorang anak kecil terdesak atau merasa kesakitan, pasti mulutnya komat-kamit berteriak, "Mama...!!" Aku mengerti sekali perasaan itu. Iya, semasa kecil aku pun terkadang tidak menemukan Mama di rumah. Waktu itu, Mama masih berstatus mahasiswi fakultas kedokteran gigi yang punya beban belajar. Tanpa kehadiran Mama, aku seperti dihujani dengan pertanyaan retorika aneh bin ganjil.

"Apa kau benar-benar berpikir orang yang biasa di dekatmu akan selalu ada selamanya?
Bahkan mungkin seseorang yang begitu berharga pun bisa saja tiba-tiba menghilang, kan?"

Karenanya, aku sedikit demi sedikit mempelajari tentang rindu. Aku pun mencoba memahami bahwa keberadaan orang lain adalah sesuatu yang istimewa. Setiap menitnya harus dihargai dan setiap detiknya harus dinikmati. Tabaarakallahu Ta'ala... itulah warna hidup. Jangan lupa juga, kata-kata ada untuk menyampaikan perasaan. Sebisa mungkin mengatakan apa yang ada di hati kapanpun ada kesempatan. Akan sangat miris sekali jika tiba masanya mengatakan hal yang penting tetapi orang yang bersangkutan sudah tidak ada.

I Love You, Mom    I Love You, Dad.

Parenting ~ Original picture was from here
MasyaAllah, aku tak habis pikir, menjadi orang tua itu rumit ya. Harus bisa ini itu dan memikirkan banyak hal repot. Super sekali...! Allahu Akbar! Bahkan aku tumbuh menjadi gadis yang sudah tidak ingusan lagi plus sangat manis ini berkat cinta penuh dari Mama dan Papa. Di tengah kesibukan, Mama selalu tahu bila aku ada masalah. Sekecil apapun kerutan wajah yang kutimbulkan, Mama selalu tahu dan siap sedia menceriakanku kembali. Dan Papa tak pernah luput menjadi top investigator, tidak ada teman laki-lakiku yang selamat dari genggaman Papa. Aku pun bisa bertahan hidup dari keganasan moral dunia luar karena sifat Papa yang keras.


Ngg, kelak InsyaAllah aku bakal menjadi Mama yang bagaimana ya? Bagaimana memberi kehidupan dengan cahaya Islam, memikirkan pendidikan seperti sistem full day school, mengawasi acara tivi yang tak layak tonton, mengantar jemput sampai sekolahan, mengurus dengan adil sehingga tak ada kecemburuan, de el el. Oh, No! Aku tidak tahu bagaimana wajahku sekarang #memerah. Sudah ah, yang terpenting aku akan menjalani yang ada di depan mata. Berjuang semampuku sampai masa itu tiba dengan sendirinya. Fight!

---Oh iya sedikit tips, untuk me-reposting tulisan, tidak perlu dengan copy-paste ke new post seakan membuat tulisan baru. Cukup dengan mengedit tanggal tulisan menjadi tanggal hari ini alias tanggal terbaru lalu viola~ tulisannya pun terlahir kembali di postingan terdepan.

Rumah maya Kisahku milik Monda Siregar itu begitu polos loh. Maksudku, manis. Template yang digunakan begitu sederhana. Satu-satunya gambar yang ada hanyalah kembang api lembut yang ada di sisi kanan atas. Selain itu tinggal huruf-huruf saja dengan perpaduan warna oranye, hitam, cokelat dan abu-abu. Jujur saja, sebenarnya aku lebih suka sesuatu yang ada pink di dalamnya. Hohoho, kesannya bisa lebih fresh dan sweet. Tahu tidak, kesan apa yang timbul ketika aku datang pertama kali ke Kisahku? Istana antik! #fufufufu.

Kisahku ~ http://mondasiregar.wordpress.com 

Lanjut komentar~ Sistem navigasi yang bagus, pengarsipan yang lengkap dan waktu loading blog yang cepat membuat pengunjung merasa nyaman. Semua hal yang tadi kukatakan memang teknis tapi sungguh inti rumahnya tak kalah memukau. Benar, tulisan yang tertera di sana Subhanallah begitu mudah teresap di hati. Seperti ada kekuatan magis yang mendorong kuat untuk tetap membaca kata demi kata. Hanya saja, minus foto atau gambar di setiap tulisannya. Hampir-hampir hanya terdapat tulisan saja. Kupikir akan lebih cantik bila tiap postingan ada gambarnya. Setuju?

Nah, itulah suara mutiara hari ini.
Tak banyak kata yang bisa terangkai.
Semoga yang terbaca bisa menyemai hati.
Ini tentang cita dan semua orang punya cita, pasti.




"Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Pertama di Kisahku bersama Kakakin"


UPDATED 17 MARET 2012
Alhamdulillah... Tabaarakallahu Ta'ala... Allahu Akbar!!
Tulisan ini menang loh ^^ iya, dapat nilai tertinggi kedua hehehe~
*melalui penilaian sang juri Monda Siregar dan Kakaakin :) manis sekali!!
Pengumumannya bisa dilihat di postingan Siapa Dia ? 
Sejuta eh semilyar terima kasih kuhanturkan \(^o^)/ 

74 comments:

  1. Maya, terima kasih banyak ya reviewnya,
    ini sungguh masukan bagus buat saya ...

    mengenai foto di tiap tulisan, pengennya sih begitu ya, tapi terbentur juga dengan adanya batasan jumlah foto di blog gratisan he..he...

    dicatat sebagai peserta ya

    ReplyDelete
  2. Cita-cita anak sangat terpengaruh dengan apa yang dia rasakan dalam kehidupan sehari-harinya, terutama apa yang dia lihat dari keduaorangtuanya.

    Review yang lengkap, Mbak.. :)
    Mantap..

    ReplyDelete
  3. great note and full color..

    Saya pun ketika kecil memiliki cita-cita unik,seperti asa yg unik dimiliki wildan :)



    numpang tanya mbak,mekanisme give away ini mirip kontes seo kah,yg nota bene nya ada pemenang dlm tulisan terbaik?

    ReplyDelete
  4. Kayak nemu harta karun kalau ketemu kotak komentar, May hahaha!

    Kalo aku dulu mau jadi guru, eh waktu tau gajinya kecil berubah haluan jadi ibu rumah tangga berkarier. Lah, waktu gaji guru udah gede, baru nyesel *maruk*

    Mudah2an Maya juga bisa jadi super mom, karir OK, keluarga pun OK!

    Hidup anak teknik!

    ReplyDelete
  5. Menarik sekali reviewnya, cita-cita masa kecil yang bisa berubah....

    Jadi papa emang kudu keras kali ya, apalagi di jaman sekarang :)

    ReplyDelete
  6. goodluck kak maya!
    kisah sekeren ini pasti menang deh.
    #salut

    ^^

    ReplyDelete
  7. mba mayaaaaaaa. . . ;)
    ikut meriahkan ultah blognya mba monda juga ya mbaa. . .

    idah juga ikuut http://idahceris.wordpress.com/2012/02/29/museum-dieng-kailasa/.

    nanti kesana bareng ya mba, pas hajatan. :D

    ReplyDelete
  8. Cinta itu memang indah tapi kadang cinta itu menyakitkan,,,,


    nice share sobat and happy blogging

    ReplyDelete
  9. iyyotawwana' ta'bukami *lostfokus :p

    ReplyDelete
  10. Nah gini kan enak, ada kotak komennya... ini setiap aku datang mau kasih komen, ga bisa, bisanya cuma @contact me. sebel!

    Mayaaa, aku kangeeeen tau??? hope that you are okay ya say....

    Setiap rangkaian kalimat yang berjejer rapi dihalaman rumah putri cahaya ini memang selalu mampu mencerahkan hati, menyemai semangat dalam menghidupkan hari-hari.

    Sukses ya May... miss u lho! :) #peluk-peluk erat.

    ReplyDelete
  11. aku iri dengan sosok mama, meski aku belum menikah dan menjadi papa. seolah tak ada peran yang berarti untuk sibuah hati. hanya terbesit satu kata yang selalu disampaikan yaitu "mama". . .. .

    kunjungan siang mbak maya. ..

    ReplyDelete
  12. ikut give away ya?
    moga menang ya mba...

    oya, kalo berkenan, kita tukeran link yuk, aku udah pasang link banner ama link textmu diblogku..
    cek ya dimenu atas link exchange.
    ditunggu balasannya
    :D

    ReplyDelete
  13. Akhirnya nemu kotak komentar juga ka, hehe...

    untaian katanya membuat kagum =)

    ReplyDelete
  14. eh, udah bisa komen tah ternyata, Alhamdulillah senangnyaaaa :D

    oya, sukses yak buat GA-nya, maaaay :D

    ReplyDelete
  15. Cieee dibuka kolom komentarnya.
    :P

    ReplyDelete
  16. knapa yah anak kecil kebanyakan pengen jadi dokter???
    aku juga, dulu :D
    sayang otak sama duitnya g sampe :)

    ReplyDelete
  17. kenapa ya,setiap baca tulisan mu ini hati saya jadi adem, kayanya kudu minta ajarin nulis nih, plisss :D

    ReplyDelete
  18. akhirnya isa comment juga dek... hemmmm... gemes dari maren2... wekzzz.. dah awal bulan ne dek, rencana ketemunya di undur dlu y.. KK mw pulkammmmm... 5 hari ne cutinya... tar KK kabarin lg.. ok... jangan bosan ketemu KK... (^____^)/

    ReplyDelete
  19. ungkapan lewat tulisannya sangat apik disampaikan, pantas sang mpunya rumah akan tersanjung. sukses yaa buat GA nya

    ReplyDelete
  20. Mendalami mengenai Cita disini,
    kesibukan orang tua seringkali menelantari anak dengan alasan "Mencari Nafkah".
    Sehingga banyak anak yang tampak bahagia dengan harta yang dikumpulkan orang tua, namun minim dengan perhatian Ortunya, alhasil, si anak menjadi pribadi yang tidak teratur dan terlalu aktif (nakal). kasus ini banyak terjadi di skolah tempat mengajar ane dulu(mantan).

    menyambung silaturahim, izinkan ane memasang link Blog yang luar biasa ini di Blogroll ane,
    nice share.....

    ReplyDelete
  21. kunjungan pagi ah. . . . .. :)

    ReplyDelete
  22. wahh...gaya Maya banget nich tulisannya..!
    sukses ya May GA-nya...

    ReplyDelete
  23. Very Good Post Thanks for sharing this information which is useful for all.

    php web development

    ReplyDelete
  24. giveaway lg giveaway lg...
    hehe
    :D
    sukses deh May..
    moga menang ya.. yakin deh pasti km menang..
    ^_^

    ReplyDelete
  25. @monda mbak monda :) terima kasih ya~
    saya senang sekali bisa ikut berpartisipasi <3 alhamdulillah jika bisa jadi masukan yang baik buat mbak ^^

    hehehe :D batasan jumlah gimana maksudnya mbak? di wordpress punya batasan khusus untuk foto ya mbak?

    sip, mbak! makasih~

    ReplyDelete
  26. @vizon setuju ^^ apa yang mereka rasakan itulah yang mereka inginkan di masa depan~ masyaAllah semoga bisa tetap dalam kebaikan :)

    ReplyDelete
  27. @amanktani thank you~
    cita-cita unik apa?
    ehm- asa itu bukan punya wildan tapi punya Inka, putrinya mbak Monda. Wildan itu nama laptop saya =)

    yaaah, kontes SEO lebih mengutamakan teknis tapi untuk giveaway, tulisan yang utama ^^ mirip memang, toh keduanya akan mengambil pemenang dari kontes tersebut.

    ReplyDelete
  28. @Mayya wahhh mbak Mayya, nemu harta karun yeeee :D #hihihihi

    mbak Mayya~ super mom yang kukagumi ^^ tetaplah bersemangat mbak! Fight!

    Aamiin... Allahumma Aamiin..

    Hidup anak teknik!
    *serasa lagi diospek =P

    ReplyDelete
  29. @Anak Rantau terima kasih
    iyaa, unik ya. Aku baru menyadari setelah membuat tulisan ini :)

    harus itu :D seorang papa yang keras tapi tidak kasar~

    ReplyDelete
  30. @idahceris iyyaaaa mbak idaaaaaahhh XD
    wow ^^ siipppooo! aku ke TKP segera mbak~

    ReplyDelete
  31. @Falah Mulyana tapi ini bukan tentang cinta loh~
    ini tentang cita

    ReplyDelete
  32. @alaika abdullah #huhuhu mbak Al sayang~ maafin aku mbaaaakkk (>///<)~

    iyaaaa... kangen T__T manaa mbak Al kopdaran wuiihhh, it makes me so envy, really...!

    Alhamdulillah, i'm fine mbak :D hope you fine too there~ thank you ^^

    *ehem.. ehem.. insyaAllah~ semoga mampu mencerahkan hati ya mbak, tetap semangat!

    miss u too, mbak :) *balas peluk-erat erat

    ReplyDelete
  33. @Susu Segar setuju..!!
    my mom is amazing <3 no doubt!

    ReplyDelete
  34. @Michael Angelo iya :) terima kasih

    boleh-
    ke Friend's Link saja :D

    ReplyDelete
  35. @Shine hihihi shineee (>__<)/

    thank you say <3

    ReplyDelete
  36. @jiah al jafara iyaaa, itu emang misteri jiaahh :)

    hooo~ tapi tenang saja...
    insyaAllah sema terjadi untuk yang terbaik :)

    ReplyDelete
  37. @Stupid monkey ehem :)
    mengajari bagaimana? tulisan itu tidak bisa diajari~ tapi dipraktekkan ^^ stumon, yang terpenting nulisnya pakai hati~

    ReplyDelete
  38. @Mam Me - A hihihihi #maafin aku kakak cantik~

    oh iyaa XD tak apaaa~
    happy holiday yaaa :) oleh-olehnya jangan lupaaa ^^

    #tak akan bosan deh ketemu kakak <3

    ReplyDelete
  39. @@yankmira *Semoga bisa diambil hikmahnya sama si empunya blog :) insyaAllah

    makasihhh mbak ^^

    ReplyDelete
  40. @zaenal blog benar, terkadang dipikir uang bisa mengatasi segalanya padahal tidak sama sekali. Anak tanpa kasih sayang akan rapuh dan hilang asa. Miris sekali.

    terima kasih :)

    ReplyDelete
  41. @bensdoing maya banget :D
    waahh, seperti apa ya itu? ilusi?
    =P

    ReplyDelete
  42. @Neesa Technologies Ltd thank you ~
    eventhough you just put your link here without reading :p

    ReplyDelete
  43. @Penghuni 60 ehem :)
    terima kasih wan~
    sukses selalu..!!

    ReplyDelete
  44. @Nurmayanti Zainwalah ... pakai hati ya ... kan di ketik nulis nya hahaya "piss" :p

    ReplyDelete
  45. betul sekali sekarng nemu kotak komen mungkin di postingan berikutnya ga ada kotak komen lagi :)) @...Uzay Gingsull...

    ReplyDelete
  46. hmm, dhe malah belum nemu postingan itu mbak May.. padahal kemaren udah ngubrak ngabrik arsipnya bunda.. hehe.. no komen wes, suka.. pokoknya sukses wae untuk kontesnya, secepatnya dhe akan menyusul.. :D

    ReplyDelete
  47. Reviews yang lengkap tentang sebuah blog
    selamat dan sukses dan jalinan silaturahminya

    ReplyDelete
  48. Assalamualaikum Mbak :D
    maaf OOT.
    yang header kenapa masih ada tulisan nurmayantizain.blogspot.com ya?
    kan udah ganti :P

    ReplyDelete
  49. Kehadiran orang lain memang istimewa.
    Kesendirian itu hampa.
    Semoga menang GA-nya, Maay...

    ReplyDelete
  50. anaknya ditinggal ibunya bekerja ya?
    maaf saya gak baca semuanya, hanya baca yg awal saja.

    ReplyDelete
  51. Semangat ya mayaa...:)
    akhirnya bisa ngomen juga #hufttt-_-

    ReplyDelete
  52. haduh... dulu apa ya aku... hehe... aku nge jawabnya, jadi tukang bakso.. wkwkw... :D

    ReplyDelete
  53. @dhenok habibie #fufufufu ^^ ayooo cepet nyusul~ dhe =)
    semoga sukses...!

    ReplyDelete
  54. @Citro Mduro terima kasih =)
    sukses selalu dan salam ukhuwah

    ReplyDelete
  55. @arr rian wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    oh iya, benar juga ya~
    belum saya ganti :D *maklum pembuat headernya lagi sibuk
    makasih sarannya =)

    ReplyDelete
  56. @21inchs iya, kadang anaknya dititip sama keluarga karena orang tua bekerja :D tapi masyaAllah tetap bisa memberikan cinta penuh kepada sanga anak <3

    ReplyDelete
  57. @Juwita Hsu semangat juga kakak juwi...!!
    \(^o^)/
    #fufufufu

    ReplyDelete
  58. @Stupid monkey benar juga ya ^^
    tuh, stumon ternyata sudah ahli ya =)

    ReplyDelete
  59. Kayanya sih anak2 bercita-cita jadi dokter karena sering "dikudang" jadi dokter. Maksudnya orang tuanya yang sering mengatakan "ntar kalau besar jadi dokter ya"

    ReplyDelete
  60. Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

    ReplyDelete
  61. Bismillah

    Bisa dibayangkan, Maya akan sibuk menjawab komentar yg bejibun tiap buka blognya...
    But,semangat yah..that is ur choice..

    ReplyDelete
  62. @Millati Indah iya juga :D apalagi yang orang tuanya dokter~ *like me

    ReplyDelete
  63. @rezkybatari jangan dibayangkan kak x_x
    perhaps i need asistant =P

    ReplyDelete
  64. Ibu juri datang ... :)
    #baru nyadar, ternyata gambar di blog Mbak Monda itu kembang api ya... Hehe...
    Hmm... jadi dapat ilmu juga nih, tentang cara repost :D

    ReplyDelete
  65. @kakaakin silakan ibu juri :)
    Alhamdulillah ^^ terima kasih banyak mbak~ Tabaarakallahu Ta'ala..

    hihihi :D iyaa, kayak kembang api gitu kan mbak~
    ---hehehe secara umum begitu cara merepost =)

    ReplyDelete