Bismillah

Mataku menerawang jauh, mencoba mengincar jejak-jejak ingatan masa lalu. Sesaat aku merasa aliran waktu tengah berhenti berputar. Wildan yang sedari tadi menemaniku -tetap bergeming- menampakkan tulisan singkat berjudul Cita-Cita Anak di rumah maya seorang Monda Siregar, Kisahku. Postingan aslinya diterbitkan Februari 2009 kemudian di-reposting pada bulan April 2010.

Cita-Cita Anak
Ini cerita beberapa tahun lalu, waktu Inka si bungsu masih TK.
Topiknya sih tentang cita-cita kalau besar nanti.
“Adek, kalau sudah besar mau jadi apa?” tanyaku.
“Mau jadi dokter anak.”
“Wah, bagus dong, nanti kerjanya di rumah sakit ya?”
“Nggak, adek maunya jadi dokter di rumah aja.”
“Kenapa? Dokter itu kan kerjanya di rumah sakit atau di puskesmas.”
“Kasihan, kalau anaknya pulang sekolah nggak ada mamanya di rumah” katanya.
(mondasiregar, April 2010)

Aku berulang kali membaca delapan baris penggalan tulisan tersebut, benar-benar menggetarkan hatiku. Semburat senyum muncul. Entah kenapa hampir semua anak kecil selalu menjawab ingin menjadi dokter ketika ditanya apa cita-citanya. Wah, apakah karena sosok dokter yang keren? Bisa jadi karena orang tuanya juga dokter kan? Atau mungkinkah satu-satunya pekerjaan yang terlihat menjamin adalah dokter? Hmm, masih misterius... tapi pada kenyataannya tidak semua anak kecil yang berucap ingin jadi dokter mempertahankan cita tersebut, ada-ada saja yang berubah haluan di tengah jalan. Aku, salah satu contoh nyatanya.

[Evolusi] Dokter  Insinyur

Zaman dahulu kala -ketika aku masih ingusan- aku selalu berseru ingin jadi dokter. Cacat fisik yang kualami menguatkan tekadku untuk menyembuhkan orang-orang sakit di luar sana. Namun, semua berubah ketika negara angka menyerang. Faktanya, detik-detik menjelang ujian akhir nasional es-em-ma, aku jatuh cinta pada listrik. Aku sadar nilai biologiku lebih tinggi dibanding fisikaku tapi yah~ apa jadinya kalau aku sudah tidak bisa berhitung lagi bahkan mengucapkan selamat tinggal pada kalkulator...(?) Aku tidak bisa. Niatku berganti cita pun disambut ridho orang tua. MasyaAllah. Sampai kini, aku masih bergelut di bidang teknik.

Follow Your Dream ~ Original picture was from here

Cita-cita anak yang diungkapkan di tulisan itu bukan sembarang cita-cita. Seorang dokter rumahan, kedengaran lucu tapi maknanya benar. Setiap anak kecil pasti berkeinginan untuk selalu bersama Mama. Mau bagaimana lagi, Mama itu dunianya. Coba saja lihat, ketika seorang anak kecil terdesak atau merasa kesakitan, pasti mulutnya komat-kamit berteriak, "Mama...!!" Aku mengerti sekali perasaan itu. Iya, semasa kecil aku pun terkadang tidak menemukan Mama di rumah. Waktu itu, Mama masih berstatus mahasiswi fakultas kedokteran gigi yang punya beban belajar. Tanpa kehadiran Mama, aku seperti dihujani dengan pertanyaan retorika aneh bin ganjil.

"Apa kau benar-benar berpikir orang yang biasa di dekatmu akan selalu ada selamanya?
Bahkan mungkin seseorang yang begitu berharga pun bisa saja tiba-tiba menghilang, kan?"

Karenanya, aku sedikit demi sedikit mempelajari tentang rindu. Aku pun mencoba memahami bahwa keberadaan orang lain adalah sesuatu yang istimewa. Setiap menitnya harus dihargai dan setiap detiknya harus dinikmati. Tabaarakallahu Ta'ala... itulah warna hidup. Jangan lupa juga, kata-kata ada untuk menyampaikan perasaan. Sebisa mungkin mengatakan apa yang ada di hati kapanpun ada kesempatan. Akan sangat miris sekali jika tiba masanya mengatakan hal yang penting tetapi orang yang bersangkutan sudah tidak ada.

I Love You, Mom    I Love You, Dad.

Parenting ~ Original picture was from here
MasyaAllah, aku tak habis pikir, menjadi orang tua itu rumit ya. Harus bisa ini itu dan memikirkan banyak hal repot. Super sekali...! Allahu Akbar! Bahkan aku tumbuh menjadi gadis yang sudah tidak ingusan lagi plus sangat manis ini berkat cinta penuh dari Mama dan Papa. Di tengah kesibukan, Mama selalu tahu bila aku ada masalah. Sekecil apapun kerutan wajah yang kutimbulkan, Mama selalu tahu dan siap sedia menceriakanku kembali. Dan Papa tak pernah luput menjadi top investigator, tidak ada teman laki-lakiku yang selamat dari genggaman Papa. Aku pun bisa bertahan hidup dari keganasan moral dunia luar karena sifat Papa yang keras.


Ngg, kelak InsyaAllah aku bakal menjadi Mama yang bagaimana ya? Bagaimana memberi kehidupan dengan cahaya Islam, memikirkan pendidikan seperti sistem full day school, mengawasi acara tivi yang tak layak tonton, mengantar jemput sampai sekolahan, mengurus dengan adil sehingga tak ada kecemburuan, de el el. Oh, No! Aku tidak tahu bagaimana wajahku sekarang #memerah. Sudah ah, yang terpenting aku akan menjalani yang ada di depan mata. Berjuang semampuku sampai masa itu tiba dengan sendirinya. Fight!

---Oh iya sedikit tips, untuk me-reposting tulisan, tidak perlu dengan copy-paste ke new post seakan membuat tulisan baru. Cukup dengan mengedit tanggal tulisan menjadi tanggal hari ini alias tanggal terbaru lalu viola~ tulisannya pun terlahir kembali di postingan terdepan.

Rumah maya Kisahku milik Monda Siregar itu begitu polos loh. Maksudku, manis. Template yang digunakan begitu sederhana. Satu-satunya gambar yang ada hanyalah kembang api lembut yang ada di sisi kanan atas. Selain itu tinggal huruf-huruf saja dengan perpaduan warna oranye, hitam, cokelat dan abu-abu. Jujur saja, sebenarnya aku lebih suka sesuatu yang ada pink di dalamnya. Hohoho, kesannya bisa lebih fresh dan sweet. Tahu tidak, kesan apa yang timbul ketika aku datang pertama kali ke Kisahku? Istana antik! #fufufufu.

Kisahku ~ http://mondasiregar.wordpress.com 

Lanjut komentar~ Sistem navigasi yang bagus, pengarsipan yang lengkap dan waktu loading blog yang cepat membuat pengunjung merasa nyaman. Semua hal yang tadi kukatakan memang teknis tapi sungguh inti rumahnya tak kalah memukau. Benar, tulisan yang tertera di sana Subhanallah begitu mudah teresap di hati. Seperti ada kekuatan magis yang mendorong kuat untuk tetap membaca kata demi kata. Hanya saja, minus foto atau gambar di setiap tulisannya. Hampir-hampir hanya terdapat tulisan saja. Kupikir akan lebih cantik bila tiap postingan ada gambarnya. Setuju?

Nah, itulah suara mutiara hari ini.
Tak banyak kata yang bisa terangkai.
Semoga yang terbaca bisa menyemai hati.
Ini tentang cita dan semua orang punya cita, pasti.




"Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Pertama di Kisahku bersama Kakakin"


UPDATED 17 MARET 2012
Alhamdulillah... Tabaarakallahu Ta'ala... Allahu Akbar!!
Tulisan ini menang loh ^^ iya, dapat nilai tertinggi kedua hehehe~
*melalui penilaian sang juri Monda Siregar dan Kakaakin :) manis sekali!!
Pengumumannya bisa dilihat di postingan Siapa Dia ? 
Sejuta eh semilyar terima kasih kuhanturkan \(^o^)/ 
View Post
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Why ~ Original picture was from here

Kenapa harus dia?
Padahal ada aku di sini, di hadapanmu dan nyata...(!)


*) Tanya Kenapa


Makassar, 29 Februari 2012.
Tanggal yang aneh tapi terima kasih.
View Post
Bismillah

Be Strong ~ Original picture was from here

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah, daripada seorang mukmin yang lemah dan pada keduanya terdapat kebaikan. Tamaklah terhadap segala yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan janganlah engkau bersifat lemah. Jika engkau ditimpa oleh sesuatu, maka janganlah engkau berkata, 'Jika saja aku melakukan ini maka niscaya terjadi yang demikian.' Tetapi katakanlah, 'Allah-lah yang menakdirkan dan apa saja yang Allah telah kehendaki niscaya Ia pasti mengerjakan-Nya' (Qaddarallaahu wa maa syaa fa'ala) karena sesungguhnya kata-kata 'Seandainya' membuka amalan syetan."

---Diriwayatkan oleh Muslim.

View Post
Bismillah

Cinderella Award - Blogger Kece 2012

Alhamdulillah.... Tabaarakallahu Ta'ala....
Dapat award yahuuuiiii  \(>_<)/  lovely full of love deh rasanya hari ini. Syalalala~ Inilah dia Cinderella Award - Blogger Kece 2012 yang kubawa pulang dari istana [NOT] A Cinderella Story by OTRL. Manis sekali, MasyaAllah soalnya dapat award yang sesuai dengan julukanku di The Zain Princess, cinderella #fufufufu. Selain itu, hem... tentang kece. Tahu artinya? KeCE itu Kemilau Cahaya Emas. Hohoho, maksa sedunia. Baiklah, kece ya cool ya keren punya ya cantik banget ya Kemilau Cahaya Emas ^^ #peace!

Ketika pertama kali mengunjungi blognya, aku merasakan pesona yang dahsyat. Seorang OTRL a.k.a Okky Tri Rahayuningsih Larasati alias Laura Basuki yang menjadikan blog sebagai tempat pencurahan pikiran. Terus terang saja, aku selalu dibuat terpana oleh dia, blogger yang bercita-cita ingin menjadi salah satu anggota sailormoon untuk menaklukkan Raja Kegelapan. For your information -kalau kesulitan- Putri Cahaya siap membantu loh #hahahaha. Ehem, karenanya aku suka, tulisannya unyu dan selalu bisa menghias wajahku dengan senyum geli. 

Overall, thank you so much Okky <3 aku senang sekali menerima award ini darimu. Tetap semangat ya! Keep on fighting till the end! You know, you can do it! ~(^o^)~

Ini bukan award berantai jadi aku tidak bisa mengopernya untuk teman blogger yang lain. Maaf ya. Eh, kunjungi saja blog OTRL untuk mendapatkan award ini. Pasti diberi kok InsyaAllah, dia kan seorang yang sangat menghargai jenderal. Eh, maksudnya...(?) Ngg, langsung ke istananya deh. Hihihihi.


.:: salam award ::.
View Post
Bismillah

Elf Magic ~ Original picture was from here

I remember the first time we met
We stared at each other
None know yet that there would be something

Day by day
You slowly come to mind
Making my heart beat so fast
Making me feel something I've never felt before

Week by week
I found myself thinking about you
You are everywhere to me, even if I close my eyes
Clear, then... something strange has touched my soul

When you are near me
It feels like I would burst, my face turned red
My feelings flew, don't know when it will be back

Maybe there is a creature in me
It gets me to smile when you smile
It makes me cry when you cry
And makes me want to wipe your tears away

I wonder what kind of creature it is
But I think that is an elf

An elf that appears for you
An elf that keens on you

An elf inside
Waiting for the right moment to say love


-------------------------------
princess Aurora, the sleeping beauty mode
(c) EZ - Makassar - Februari 2012

View Post
Bismillah

Camera... action! Ehem  (^_~)/  lama tak jumpa teman-teman! Hari ini aku adain jumpa fans lagi. Aku akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah terlontar meriah. Entah sampai kapan acara jumpa fans ini berlangsung, seperti tidak habis-habis ya (?!) Hohoho~ #sokartis kita mulai saja. Silakan disimak! Pecahan Rantai : 11-11-11 [part 5].

Glow in The White ~ Original picture was from here

~ Pertanyaan dari Anna Mutia Penghuni Seindah Cahaya Pelangi ~
1. Jika aku adalah benda, kamu mengasumsikan aku seperti benda apa? Kenapa?
[*] Ehem... adindaku Anna itu seperti pensil warna. Bertemu dengan Anna yang tersenyum bisa menceriakan hati #walau aku tahu kadang ada mendung yang berusaha disembunyikan. Sosok pensil yang melukis kemilau warna dengan membiaskan kerapuhan grafit di langit biru. Seperti itulah Anna di mataku. 
2. Menurutmu kenapa nama blogku cahaya pelangi, kenapa nggak biru langit saja?
[*] Sekarang nama blog Anna sudah ganti menjadi langit biru kan? #maaf kakak kelamaan jawab jadinya udah nggak up to date lagi deh. Masih perlu jawaban? Boleh~ ya alasannya hanya ada satu, karena cahaya pelangi mengalihkan dunia Anna. Dua sosok yang begitu Anna sukai, aku dan pelangi ^^
3. Kenapa orang gila dikasih nama orang gila yah?
[*] Er-rrr, serius nih Anna menanyakan hal tersebut? #Rasanya jadi ingin sekali mencubit Anna deh~ Sayang sekali, kakak tidak tahu jawabannya. Coba tanya sama orang waras habisnya kakak kan juga gila [what?] ahahaha~ (gila, tidak masuk akal, semu, maya, red).
4. Apa hal terindah dalam hidupmu? Jelaskan!
[*] Terlahir ke dunia ini di keluarga yang penuh cinta, masyaAllah. Lambat laun merasakan cahaya Islam yang menghembus masuk dan menerangi semua sisi kehidupan. Tabaarakallahu Ta'ala. Lalu saat ini aku mencoba berbagi cahaya tersebut untuk orang lain. Allahu Akbar!
5. Ibu, ibu, ibu bagaimana kabar ibumu? Salam yah, apakah kamu sudah membuat ibu bahagia hari ini?
[*] Alhamdulillah, mama sehat. Kenapa? Anna mau bertemu dengan mama? ^^ diterima dengan senang hati~ Ehem... hari ini aku berusaha untuk pulang lebih awal, tidak membuat Fatih terluka dan melakukan pekerjaan rumah sebaik mungkin. Semoga hal itu membuat mama bahagia, InsyaAllah.
6. Ayah, bagaimana kabar ayahmu? Salam buat beliau, apakah hari ini kamu sudah membuatnya bahagia?
[*] Alhamdulillah, papa sehat. Kenapa? Anna mau juga bertemu dengan papa? ^^ fufufu. Ngg... hari ini aku memberi kabar ceria melalui telepon dan sms, tidak menyia-nyiakan barang yang sudah diamanahkan dan membantu menyelesaikan pekerjaan kantor dengan cepat. Semoga hal itu membuat papa bahagia, InsyaAllah.
7. Kegalauan yang nggak bisa kamu lupakan apa sih?
[*] Wah, tidak ada. Kegalauan yang sebesar gunung dan seluas lautan pun tidak akan terlalu berarti bila kita yakin kita punya Allah Yang Maha Besar. Aneh sekali kalau ada hal lara yang tak bisa dilupakan. Bukankah itu berarti kegalauan tiada akhir? Jangan dong, serahkan saja semuanya pada Sang Pencipta. InsyaAllah semua akan baik-baik saja.
8. Apakah kamu punya lesung pipi?
[*] Hah? Ini maksudnya apa ya? Anna... Anna... Memangnya mau ngasih lesung pipinya Anna buat kakak? ~Aahahahaha... Mana mana mana? #tidakpunyalesungpipi.
9. Gimana kabarmu?
[*] Alhamdulillah ala kulli haal, luar biasa...!!! Saat ini tengah berjuang untuk stabil menghias bumi dengan kemilau setrilyun cahaya.
10. Kamu suka cemilan apa? Kenapa?
[*] Coklat. Soalnya mirip aku sih, manis. Hihihihi. Sayangnya, akhir-akhir ini mama melarang keras aku menyentuh cemilan itu. Bisa membuat gemuk dan jerawatan, katanya #huhuhuhu. Aku mau ganti cemilan es krim kalau begitu. Eh? Sama saja yah~ hohohoho.
11. Siapa inspirator terbesar di hidupmu? Kenapa?
[*] Bumi, langit dan seisinya. MasyaAllah, ketika berjalan di tengah rinai hujan *sejuta tanya menyeruak, ketika angin berhembus menyapa *semangat berjuang membara, ketika daun cinta berguguran *rasa rindu bermunculan, ketika pelangi membias awan putih *impian menjadi nyata, ketika menengadahkan wajah dan menatap langit biru *heran menyerang, kok aku bisa jatuh dari sana ya. Ehem... #jangandipikirkan.

Us ~ Original picture was from here

~ Pertanyaan dari Peri Awan Penghuni Awan putih ~
1. Bagaimana kabar Anda?
~[]~ Alhamdulillah wa Syukurillah. Jasmani bisa saja sakit tapi semoga rohani akan senantiasa sehat. Selalu mencoba untuk tiap detik menjadi berharga dalam kebaikan. Semangat! Pancarkan sinarmu! \(^-^)/
2. Apa mimpi-mimpi yang ingin Anda capai dalam hidup ini?
~[]~ Mimpi... Berapa banyak? Ratusan~ Lebih! Begitu banyak mimpi yang tak bisa disebutkan satu per satu *bahkan aku sudah menjadi orang yang menyandang gelar sang pemimpi di dunia ini. Yaaahh, selama hal-hal itu diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tentu saja tidak melanggar syari'at Islam. Mengapa tidak? Jangan takut mencoba, kejarlah mimpi-mimpi itu! Pasti bisa mendapatkannya, InsyaAllah.
3. Apa ketakutan terbesar dalam hidup Anda?
~[]~ Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (Terjemahan QS. Ash-Shaff ayat 2 - 3).
4. Apa yang Anda lakukan saat lelah dan penat sedang mencintai Anda?
~[]~ Merangkul jeda sejenak dengan membiarkan hening menyapa.
5. Kalau favoritnya Nabi itu Ayat Kursi, favorit Anda apa?
~[]~ Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi Rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi (Terjemahan QS. Al A'raaf ayat 23).
6. Benda-benda paling berharga dalam hidup Anda?
~[]~ Benda apapun yang diberikan khusus untukku dari seseorang akan menjadi sesuatu yang berharga dalam hidupku. Walau mungkin benda-benda itu suatu saat akan musnah alias tidak ada lagi, kenangan tentang orang yang memberikannya tidak akan pudar.
7. Apa yang Anda lakukan ketika Anda tahu bahwa orang tua tidak meridhoi cita-cita yang ingin Anda raih? (cara selain berdo’a dan dikomunikasikan dengan baik)
~[]~ Yaa, ganti cita-cita saja. Percuma mempertahankan cita yang tidak diridhoi orang tua. Kecuali cita itu sesuatu yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala tetapi belum disetujui oleh orang tua, aku tidak akan mundur. Tidak akan pernah. Aku akan memperjuangkannya -perlahan tapi pasti- sampai titik darah penghabisan. Toh, aku yakin akan selalu ada jalan. Bukankah hidayah itu datangnya dari mana saja? Bahkan dari arah yang tidak disangka-sangka. Aku percaya, Allah Maha Membolak-balikkan hati.
8. Apa yang Anda lakukan ketika melihat seseorang tiba-tiba menghilang dari hadapan Anda dan tak pernah kembali?
~[]~ Kalau benar dia tidak punya keinginan untuk kembali maka aku tidak akan berdiam diri menunggunya. Aku akan mencari... mencari... mencarinya sampai ketemu. Aku juga akan meminta bantuan kepada bala tentara cahaya untuk bisa melihat sosoknya lagi. Kalau ternyata aku menemukan kembali dirinya dan dia mengatakan satu-satunya alasan dia menghilang adalah karena diriku maka saat itu aku akan melepaskannya. Aku sudah menitipkannya pada Rabb Semesta Alam.
9. Apa kalimat penyemangat yang biasanya mampu membuat Anda bangkit kembali?
~[]~ Keep on fighting till the end! You can do it!
10. Adakah hal yang mengganggu Anda akhir-akhir ini?
~[]~ Ada. Kenapa sih ketika bertemu denganku ekspresimu selalu sama? --terkejut dengan rona merah muda di kedua pipi-- Lalu ketika aku melangkah lebih dekat, kamu memalingkan wajah. Ketika aku akhirnya berbalik pergi, kamu histeris minta dipeluk. Haduuuhh, benar-benar awan putihku sayang.
11. Pernahkah berpikir untuk berpetualang mengelilingi dunia?
~[]~ Pernah! Beribu-ribu kali pernah! MasyaAllah, entah kapan keinginan itu akan terwujud.

Flower and Me ~ Original picture was from here

~ Pertanyaan dari Puspita Resky Amaliyah Penghuni Sekuntum Bunga
1. Ingatkah kamu kapan pertama kali kita berjumpa?
--@} Hem... Terus terang saja, ingatanku akan masa itu samar-samar. Yang jelas, ada seorang adik yang manis, polos dan tak banyak bicara tengah duduk di hadapanku dalam suatu taman syurga. Aku pikir anak ini serius sekali mengamati semua hal yang ada di sekitarnya. Itulah pertama kalinya aku penasaran dan langsung mengulurkan tangan seraya berujar, "Aku Maya. Siapa namamu?" *Sudah cocok belum? Ahahaha~
2. Jika aku mengecewakanmu (dalam hal apapun) apa yang akan kau lakukan padaku?
--@} Memaafkan dan menerima keadaan dirimu apa adanya. Ayolah, manusia memang tempatnya kecewa. Satu-satunya yang tidak pernah mengecewakan hanyalah Allah Azza wa Jalla. Lagipula, manusia itu sempurna karena ketidaksempurnaannya memenuhi segala kebutuhan orang lain. Tidak apa... tiada mengapa.
3. Siapa sahabat Rosulullah yang paling menginspirasimu?
--@} Abu Bakar Ash Shiddiq yang menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah dan ketika ditanya, "Apa yang engkau sisakan bagi keluargamu?" Abu Bakar Ash Shiddiq menjawab, "Allah dan Rasul-Nya."
4. Kisah dalam Al-Qur’an yang mana paling kamu suka?
--@} Kisah perang Badar (QS. Al Anfaal). MasyaAllah. Pertolongan Allah begitu dekat bagi hambaNya yang penuh takwa dan sabar. Allahu Akbar!
5. Siapa wanita paling kuat di dunia ini?
--@} Hah? Ini teka-teki ya...(?) Er-rrr, biar kupikirkan. Ehem, wanita paling kuat adalah wanita yang bisa menahan amarah dan memaafkan orang yang menganiaya dirinya. Hal yang terlihat mudah tapi Subhanallah di detik pertamanya luar biasa sulit melakukannya.
6. Berapa kalikah kamu makan dalam sehari?
--@} Eh, ini pertanyaan? Bener-bener deh. Sekali atau dua kali.
7. Di Makassar, warung apa yang paling enak masakannya menurutmu?
--@} Wah, pertanyaan rumit. Khusus untukku, aku tak punya warung favorit. Lebih sering diajak ketimbang mengajak sih. Lagipula kupikir semua makanan itu enak kecuali ehem (baca : bawang) dan ehem-ehem (baca : alergi udang dan kepiting). Ahahahaha~
8. Penulis Indonesia yang kamu suka siapa?
--@} Aku lupa nama dan bukunya. Waduh, lalu kenapa aku bisa suka? Karena penulis itu seorang arsitek yang mendesain bukunya sendiri dari halaman sampul, isi hingga halaman belakang. Aku pikir, penulis ini benar-benar menawan dalam menghasilkan buku. Isinya? MasyaAllah, ringan dan tanpa mumet ketika membacanya.
9. Cita-cita paling tinggimu?
--@} Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka dari sutra (Terjemahan QS. Al Hajj ayat 23).
10. Apa yang paling membuatmu takut di dunia ini?
--@} Merasa benar padahal tidak sadar sedang tenggelam di lautan kesalahan. Ya Allah...
11. Apa tipsmu untuk kembali bersemangat?
--@} Tidak perlu memaksakan diri untuk bersemangat. Jika sedang lesu katakan saja sedang lesu. Jika sedang sedih ya menangis saja. Hal itu akan membuat perasaan sedikit lega. Lalu esok hari, diri pun akan mampu kembali bersemangat InsyaAllah.
12. Pilih! Mana yg lebih kamu suka, orang lebai-alay apa romantis abis? Alasan!
--@} Ini aneh deh, emang ada orang yang memilih lebai-alay? Kan mending orang yang romantis abis. Tiba-tiba langsung ada bunga mawar di pagi hari tanpa kata sedikit pun. Atau tiba-tiba dapat surat cinta tanpa disangka-sangka. Itu lebih bisa dipahami. Aku tidak ngeh sama orang yang nulis sms pakai huruf-angka, atau bicara blepotan dengan bahasa gaul atau bertingkah konyol di luar nalar. Out of my mind  ("-_-)> maaf.
13. Kalau UFO itu ada, pengen nanya apa sama doi saat ketemu?
--@} UFO itu Unidentified Flying Object loh, kan nggak bisa nanya sama benda. Atau maksudnya ngomong sama makhluk luar angkasa yang naik UFO...(?) Ehem, aku bakal nanya, "Apa pendapatmu tentang putri cahaya?" Fufufufu~
14. Apakah kamu sering mengatakan “I love You” pada ibu?
--@} Tidak terlalu sering. Hanya pada momen yang menautkan hati. Misalnya saja ketika lagi curhat terus ending-nya bakal memeluk dan mencium Mama sambil bilang, "Maya sayang Mama".
15. Apakah kamu pernah tinggal jauh dari Ayah-Ibu?
--@} Pernah. Bertempat 120 km dari rumah, itu jauh tidak? Kabupaten Bantaeng termasuk daerah safar yang mengharuskan ada mahram untuk seorang muslimah bepergian. Jadi, aku tidak bisa seenaknya pulang-pergi Makassar-Bantaeng. Yaaahh, mendekam deh di tempat KKN selama sebulan. Jangan ditanya bagaimana-bagaimananya, Subhanallah~ benar-benar perjuangan hidup.
16. Bila suatu saat kita berpisah, aku pindah kota, akankah kau melupakanku ukhty?
--@} Pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Ukhuwah itu wujudnya tak kasatmata tapi jiwanya lebih dari sekedar rasa. Walaupun yang menghubungkanku denganmu hanyalah seutas benang, aku akan tetap menjaga agar benang itu tak akan putus InsyaAllah.
17. Pernahkah menargetkan umur berapa akan menikah?
--@} Hmm... target umur yang dulu kutentukan sudah tidak tercapai~ Saat ini, aku masih sering memikirkan target umur menikah ke depan InsyaAllah tetapi pola pikir dan tingkah laku sudah berbeda sekali sewaktu aku masih punya target yang dulu. Lebih apa ya namanya...(?) Ngg, lebih merealita.
18. Nama anak pertamamu? Cowok dan cewek!
--@} What? Serius, ini membuatku sedikit geli. Hihihihi. Aku belum memikirkan sejauh itu. MasyaAllah, untuk sebuah nama~ Ada Fatih si mobil merah, Badar sang motor penakluk, Fath si telepon genggam, Zukhruf sang handphone berkilau, Shofiyyah si laptop mungil dan Wildan sang laptop yang saat ini kupakai mengetik.
19. Harapanmu untukku...
--@} Adindaku puspita, jadilah sekuntum bunga yang wanginya merebak, sarinya meranum, kelopaknya memesona, tangkainya menopang dan kemilaunya menyejukkan mata. Jadilah muslimah sejati dan istiqomahlah. Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberikan Rahmat dan KaruniaNya padamu.
20. Silakan tulis nasihatmu untukku! *khusus untukku*
--@} Adindaku puspita, jangan sering patah semangat ya. Tahu tidak, puspita itu punya kekuatan besar untuk membahagiakan orang lain. Hanya saja kekuatan itu masih terpendam, perlu dikeluarkan dan diasah lagi. Jangan pernah diam untuk hal-hal yang puspita tidak sukai, katakan saja apa yang puspita rasakan. Berbicaralah untuk hal-hal yang benar, jangan menyimpannya karena merasa malu atau minder. Kita berada dalam satu kapal kan? Jadi puspita tidak sendirian. Puspita selalu punya orang-orang yang menyayangi puspita karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, aku salah satunya.

Wahhh, edisi kali ini cukup panjang juga yah~ Subhanallah benar-benar menguras pikiranku. Pertanyaannya ajaib semua sih ^^ hohohoho. Aku harap aku sudah menjawabnya dengan baik. Untuk yang belum kujawab pertanyaannya, we still have a time, wait me, ok? Akan kujawab di acara jumpa fans selanjutnya InsyaAllah~ See you!

:: salam pecahan rantai ::



View Post
Bismillah

Cahaya Langit di atas Pantai Losari

Aku melirik jam tanganku, hari ini aku ada janji. Aku menanti datangnya seorang kakak bermata cokelat. Sayang, kala itu Fatih tidak bisa menemaniku padahal aku ingin sekali mempertemukan mereka. Hiks -mau bagaimana lagi- Qadarullah, Fatih lagi diopname di rumah sakit.

Tringgg...! 1 new message.
"Sudah sampai di ujung jalan abdesir tapi kok tidak melihat penampakanmu ya?"

Aku memekik, menekan tuts hape secepat kilat, "Kakak melewatiku..(!) Putar balik, Kak." Bruuumm -deru motor yang datang menghampiri- menghapus kepanikanku. Aku melontar senyum manis ketika dua bola mata beradu. Kakak menyalamiku hangat, "Maaf, menunggu lama ya?"

Aku mengangguk seraya menggigit bibir bawah, "Aku hampir saja ketiduran." Sambil menyembunyikan tawa, aku pun duduk anteng di sadel belakang. Kakak menatap cemas, "Eh, ini pasti pengalaman pertamamu naik motor kan?"

Spontan mulutku membentuk huruf o -terperangah- cepat-cepat aku menggeleng. Kakak terkekeh dan lanjut berasumsi, "Bisa berabe nih jika memulangkanmu dalam keadaan masuk angin."

Kalimat protes keras sudah terformat di pita suaraku tapi laju motor mengalahkannya. Aku memilih bungkam dan melingkarkan tanganku ke pinggang kakak, "Aku tidak bisa kalau tidak memeluk. Tidak geli kan, Kak?" Detik berikutnya, tawa keluar dari mulut kakak. Aku hanya bisa menyembunyikan rona merah di mukaku melalui hembusan angin.

"Sejak kapan tahu?"

Eh? Hem... aku diam sesaat mencerna pertanyaan kakak, menarik nafas kemudian mulai bercerita. Sejak awal aku tahu, aku berjalan di ranah berbahaya. Terlalu rentan melukai karena ambang nyata dan maya mengabur. Parahnya, tanpa sadar telah tersimpan sebuah bom waktu. Ini memang hanya ledakan kecil tetapi efek yang terasa luar biasa menghancurkan. Bahkan aku rela bila tetap menjadi puing-puing. Aku malu. Aku sungguh malu sama Allah Ta'ala.

Senyap. Tak peduli kendaraan yang berlalu begitu kencang, aku fokus menangkap tiap kata yang diucapkan kakak. Nalarku mulai menggabungkan kepingan puzzle dari tiap kejadian sampai akhirnya laju motor berhenti. Mataku kerjap-kerjap menyesuaikan diri dengan tempat yang belum pernah kujamah. Kakak berseru riang, "Ini warung mie nomor satu di daftar favoritku. Sebenarnya mau ngajak ke Mall tapi yakin bin percaya, dirimu tidak suka plus tidak nyaman di sana, jadi di sinilah kita sekarang. Ayo. Eh, tunggu! Bener nih tidak bakal dicari sama orang rumah?"

Aku mengerutkan kening, ini dari tadi kesannya kok kayak aku ini nona muda yang manja, lemah dan suka melarikan diri dari rumah ya...(?!) Melihat reaksiku -berpikir memangnya image apa yang terlihat pada diriku- kakak menarik tanganku memasuki warung sambil cekikikan. Huh- apaan sih.

"Mau pesan apa?"
Aku menatap kakak, "Terserah."
"Sayang sekali, tidak ada menu terserah di sini."

Aku tertawa, mengedarkan pandanganku ke pamflet menu makanan. Hmm... penasaran, "Mie pangsit buum itu apa kak?" Kakak tersenyum, "Itu saja ya? Pangsit plus bakso yang besar sekali." Anggukan kecilku mengiyakannya. Tak lama, dua mangkuk mie pangsit buum pun telah terhidang.

"...jangan menghilang...tak sadarkah dirimu, ada orang yang hampir mati karena begitu mencemaskan keadaanmu? Menghilang itu tidak adil. Jangan bilang ini suatu bentuk amarah? Atau bahkan hukuman?"

Eh? Hem... aku diam sesaat, lagi-lagi mencerna pertanyaan kakak. Namun, kali ini aku gagal memahaminya. Air mataku mengalir. Suaraku tercekat di tenggorokan. Aku tidak marah, tidak pula memberi hukuman. Dan yang terpenting aku tidak menghilang. Aku hanya kembali ke sisi Rabb Yang Maha Agung, melangkah bijak dengan lebih memperhatikan lagi kelemahanku sebagai manusia. Aku... tunduk di mihrab taat.

Hening. Tak kuasa menghentikan rasa yang menyeruak, sapu tangan pun menjadi teman setia.

"Iya, dimengerti. Sudah, ah. Wajahmu jadi terlihat sangat jelek sekali."

Aku tersenyum geli, kok bisa jelek ya? Padahal aku yakin sekali wajah menangis ini bakal terlihat cantik. Ups, wajah tersenyum pasti bakal lebih cantik lagi. MasyaAllah.

Tak terasa, pengunjung warung sudah silih berganti tapi kami tidak jua beranjak. Tempatnya tenang dan lapang sih. Kami berdua hanya bisa geleng-geleng kepala lalu meninggalkan warung. Ng, next destination, anjungan pantai Losari. Uniknya, kami tak pernah berhenti bercerita di sepanjang perjalanan. Aku tahu pasti, kecepatan motor di bawah 20 km/h dan kakak begitu ekstra hati-hati mengendarai motor di sisi kiri jalan. Bila ketemu lampu merah, berhenti di tempat adem nan terlindung dari terik matahari. Belum lagi pilihan jalan pintas yang tidak padat kendaraan. Benar-benar strategi yang masyaAllah, te-ou-pe be-ge-te!

Anjungan Pantai Losari

Jujur saja, anjungan pantai Losari tidak cocok dinikmati di siang hari bolong seperti ini. Rasanya seperti dipanggang tapi Subhanallah anginnya sepoi-sepoi menyejukkan. Walau tak sempurna, aura pantainya dapat, Alhamdulillah.

Kringgg...!! My Rahmat calling.
Kakak tersenyum usil melihatku menjawab telepon. Ugh, jadi sedikit grogi.

"Nah, dicari sama adik tersayangmu kan? Pulang, yuk!"

Aku membentuk senyum menyerah, buktinya terlalu kuat. Er-rr, dari tadi tak pernah sekalipun aku bisa mengelak protes. Ahahahaha. Tidak apa, yang jelas hari ini aku senang sekali. Aku belajar tentang rasa cemas. To the world you may be somebody but to somebody you may be the world. Mengetahui hal itu saja sudah membuat hati terasa hangat. Maaf sudah bertindak egois, aku tidak menemukan solusi selain menghabiskan waktu yang lebih banyak lagi dengan Penciptaku. Maaf sudah membuat cemas. Maaf dan terima kasih.

Terima kasih sudah menculikku selama lima jam ya, kak! Semoga Hidayah dan KaruniaNya selalu tercurah untuk kakak, insyaAllah. Seorang kakak berparas cantik, berpostur menawan dan bermata cokelat. Aku mencintaimu karena Allah Ta'ala.


Makassar, 5 Februari 2012
12 Rabiul Awwal 1433 H

View Post